Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kisah Habib Ali Ponakan Habib Sholeh Tanggul Jember, Berjuang Demi NKRI Berakhir di Kaki Gunung Gumitir

Halo Jember • Kamis, 6 Maret 2025 | 23:09 WIB

 

 

M ADHI SURYA/RADAR JEMBER KHUSYUK: Warga ziarah kubur di makam Habib Ali bin Abdullah Al Hamid, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.   
M ADHI SURYA/RADAR JEMBER KHUSYUK: Warga ziarah kubur di makam Habib Ali bin Abdullah Al Hamid, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.  

Habib Ali adalah keponakan dari Habib Sholeh Tanggul. Makamnya berada di ujung timur di Kabupaten Jember. Tepatnya di tikungan tajam di kaki Gunung Gumitir yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi. 

Penulis Adhi Surya

GUNUNG Gumitir tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Ternyata, juga memiliki daya tarik spiritual yang memikat banyak hati.

Salah satu lokasinya yaitu Makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid, sosok yang ditemukan di kaki Gumitir, memasuki Kota Suwar-Suwir.

Juru kunci makam, Muh. Fathullah, mengatakan, Habib Ali bin Abdullah Al Hamid merupakan seorang ulama yang terlibat dalam pergolakan politik yang terjadi pada tahun 1965.

Kabarnya, dia juga termasuk pejuang Ansor Jember yang merupakan keponakan dari ulama tersohor, Habib Sholeh Tanggul.

Pada era kemerdekaan dan setelahnya, dia pun terlibat sejumlah perang serta peristiwa penting.

Namun, juru kunci menyebut, Habib Ali terlibat dalam tragedi penculikan komunis pada masanya, dan saat itu jejaknya menghilang begitu saja.

Jenazahnya sempat menjadi misteri selama bertahun-tahun, hingga akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1993, setelah pencarian panjang yang dilakukan oleh keluarganya.

Penemuan makam ini menjadi titik balik dalam kisah hidup Habib Ali dan memberi warna baru dalam sejarah spiritual di kawasan tersebut.

Baca Juga: Habib Alwi bin Ali Al Habsyi, Anak Bungsu Habib Ali Solo, Diminta Wisata Hati ke Pulau Jawa

Pada tahun 1993, putra sulung Habib Ali, yaitu Habib Faisol bin Ali Al Hamid, bersama keluarganya, mulai menemukan signal keberadaan makam sang ayah setelah bertahun-tahun melakukan pencarian.

Momen tersebut juga melibatkan peran seorang ulama besar, Habib Salim bin Abdul Qadir Assegaf, yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh dengan banyak majelis taklim di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

“Habib Salim memiliki peranan yang sangat penting dalam penemuan makam ini,” terangnya.

Kisah penemuan makam Habib Ali bin Abdullah Alhamid tidak hanya menarik karena berhasil ditemukan setelah bertahun-tahun hilang. Namun, juga karena perjalanan spiritual yang penuh dengan kejadian mistis dan ajaib.

Salah satu cerita yang paling terkenal adalah pengalaman Habib Salim ketika melintasi wilayah Mrawan, Gumitir. Di tengah hujan deras dan kabut tebal, kendaraan yang dikendarainya tergelincir dan hampir jatuh ke jurang.

Namun, secara ajaib, kendaraan itu kembali ke jalurnya. Saat kejadian tersebut, Habib Salim melihat sosok misterius yang kemudian mengaku sebagai Habib Ali bin Abdullah Alhamid.

Sosok misterius itu menunjuk ke arah sebuah lokasi, yang kemudian diketahui sebagai tempat makam Habib Ali. Lokasi tersebut terletak di tikungan jalan Dusun Curah Damar, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo.

Kejadian ini menjadi bukti kuat bagi banyak orang bahwa makam tersebut memang memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa.

“Banyak peziarah yang datang merasa terhubung dengan energi dan aura tempat ini, yang memberikan kedamaian dan ketenangan bagi siapa saja,” imbuhnya. (c2/nur) Baca Juga: Pembunuhan Massal di Banyuwangi Dibalik Teror 'Ninja' dan Dukun Santet

Editor : Halo Jember
#Gunung Gumitir #habib sholeh #jember #Habib Sholeh Tanggul #Habib Ali