Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Dampak Positif dan Negatif Sound Horeg di Jember, Serta Kontroversi, Regulasi, dan Upaya Penataan Ulang

Halo Jember • Rabu, 12 Maret 2025 | 19:00 WIB
Tangkapan layar video viral sound horeg (TikTok/latifaangga47)
Tangkapan layar video viral sound horeg (TikTok/latifaangga47)

HALOJEMBER -  Sound horeg, singkatan dari "Sound Horizon Elektronik Reggae", adalah istilah yang merujuk pada penggunaan sistem suara berdaya tinggi yang menghasilkan bunyi menggelegar.

Di Kabupaten Jember, sound horeg telah menjadi bagian integral dari berbagai acara, mulai dari karnaval, perayaan Hari Kemerdekaan, hajatan, hingga kampanye politik.

Namun, popularitasnya menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif, yang mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Dampak Positif Sound Horeg

Peningkatan Ekonomi Lokal, kehadiran sound horeg dalam berbagai acara telah membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor.

Pemilik jasa penyewaan sound system mendapatkan keuntungan dari tingginya permintaan, terutama saat musim perayaan.

Selain itu, acara yang melibatkan sound horeg menarik kerumunan besar  yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima, penyedia jasa parkir, dan pelaku UMKM lainnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sound horeg dapat menjadi pengungkit ekonomi kerakyatan, membantu masyarakat bangkit setelah periode ekonomi yang menantang.

Ekspresi Budaya dan Hiburan, sound horeg telah menjadi medium ekspresi budaya bagi masyarakat Jember.

Dalam karnaval dan perayaan lainnya, sound horeg menambah semarak acara, memberikan hiburan bagi warga, dan menjadi simbol perayaan serta kegembiraan.

Bagi banyak orang, kehadiran sound horeg menciptakan suasana meriah yang sulit digantikan.

Dampak Negatif Sound Horeg

Gangguan Ketenangan Masyarakat, volume tinggi yang dihasilkan oleh sound horeg seringkali menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketenangan warga, terutama saat digunakan pada waktu istirahat atau di area pemukiman padat.

Keluhan masyarakat terkait gangguan ini telah mendorong pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas.

Misalnya, pada Maret 2024, Polsek Kencong menyita lima unit sound horeg yang digunakan untuk patroli sahur karena dianggap mengganggu warga yang sedang beristirahat.

Kontroversi dan Regulasi

Popularitas sound horeg tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak menganggapnya sebagai gangguan, sementara yang lain melihatnya sebagai bagian dari ekspresi budaya.

Untuk menyeimbangkan kepentingan tersebut, pemerintah daerah dan aparat keamanan mengeluarkan regulasi terkait penggunaan sound horeg.

Pada Ramadan 2024, Polres Jember mengeluarkan larangan penggunaan sound horeg selama bulan puasa untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Upaya Penataan dan Pemanfaatan Sound Horeg

Menyadari potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki sound horeg, beberapa pihak berupaya untuk menata dan memanfaatkannya secara optimal.

Bupati Jember Muhammad Fawait, berkomitmen untuk memberikan wadah bagi komunitas sound horeg.

Ia berencana mengadakan festival sound horeg di destinasi wisata seperti pantai selatan Jember, dengan tujuan menjadikannya daya tarik wisata baru yang dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Sound horeg di Kabupaten Jember memiliki dampak yang kompleks. Di satu sisi, ia berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal dan menjadi sarana ekspresi budaya.

Namun, di sisi lain, penggunaannya yang tidak terkontrol dapat menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan regulasi dan penataan yang tepat untuk memaksimalkan manfaatnya sekaligus meminimalkan dampak negatifnya, sehingga sound horeg dapat terus menjadi bagian dari budaya Jember tanpa mengorbankan kenyamanan warganya.

 

Penulis: MG25 Maria Yakomin Angella Unawekla

 

Editor : Halo Jember
#bising #jember #budaya #hiburan #kontroversi #sound horeg