Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Profil Habib Ahmad Tempel Yogyakarta: Seorang Ulama yang Penuh Kesabaran dan Keikhlasan

Halo Jember • Rabu, 16 April 2025 | 15:00 WIB
 
Habib Ahmad Tempel Yogyakarta
Habib Ahmad Tempel Yogyakarta

HALOJEMBER - Bagi masyarakat di daerah Tempel, Habib Ahmad bin Ali Bafaqih merupakan sosok yang terkenal akan jasanya selama masa hidupnya.

Di tengah keterbatasan fisik yang ia miliki, Habib Ahmad bin Ali Bafaqih tetap dikenang sebagai sosok ulama yang penuh keteladanan dan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian hidup yang menimpanya.

Beliau adalah salah satu tokoh agama yang sangat dihormati dan dihargai di daerah Tempel, Sleman, Yogyakarta. Bahkan, hingga hari ini makamnya terus ramai diziarahi oleh masyarakat dari seluruh penjuru nusantara.

Habib Ahmad merupakan keturunan dari Habib Ali bin Ahmad Bafaqih, seorang ulama Arab keturunan Hadramaut yang dulunya menetap di Indonesia.

Meskipun ia putra dari seorang ulama terkenal, hidupnya sejak kecil dipenuhi kemalangan.

Diketahui, Habib Ahmad lahir sebagai tunadaksa, kondisi fisiknya tak sesempurna orang lain.

Ia dibesarkan dalam lingkungan yang religius, tetapi karena kekurangannya inilah yang membuat kehidupannya tak selalu mudah.

Meski demikian, hal tersebut tidak pernah menjadi penghalang baginya. Ia terus bersabar dan bersabar atas ujian yang dihadapinya.

Bila ia mendapat cacian akibat kelemahan yang dimiliki, ia tidak membalas cacian tersebut.

Justru, ini menjadi motivasi bagi Habib Ahmad untuk terus berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dikisahkan, beliau sempat hidup dalam kemiskinan dan menghidupi diri dengan berjualan korek api di sekitar Yogyakarta setelah ayahnya wafat.

Kondisi ekonomi serba kekurangan itulah yang membuatnya harus berjuang lebih keras, sebab ia memiliki banyak saudari perempuan yang harus dihidupi.

Namun, dari kesederhanaannya itulah yang membuat banyak orang di sekitarnya merasa segan dan hormat.

Kesabarannya menghadapi berbagai cobaan hidup dianggap sebagai bentuk karomah, dan banyak masyarakat meyakini bahwa ia memiliki kedekatan spiritual yang tinggi kepada Allah SWT.

Habib Ahmad memang tidak dikenal karena tausiyah atau kitab tulisannya, melainkan ia dikenal karena keteladanan hidupnya yang mengetuk hati banyak orang.

Sikap sabarnya terhadap ujian, dan senyumannya yang tulus kepada siapa pun yang ditemuinya, menjadi pelajaran penting tentang makna keikhlasan.

Karomah lain yang tersemat pada diri Habib Ahmad ialah tatkala ia sedang berdiam diri di masjid di malam hari, kemudian ia bertemu dengan Nabi Khidir.

Saat itu, ia sebenarnya terkunci di dalam masjid karena sedang bermunajat kepada Allah SWT. Dari peristiwa itu, Habib Ahmad kemudian mendapat kabar bahwa mulai besok berbagai rezeki akan datang kepadanya.

Betul lah, mulai keesokan harinya, berbagai rezeki baik berupa materi maupun yang lainnya datang kepadanya dan keluarganya.

Dari sinilah kita bisa meneladani sikap dari Habib Ahmad yang selalu sabar dan ikhlas saat menjalani ujian juga cobaan yang diberikan Allah SWT.

Kini, makam Habib Ahmad bin Ali Bafaqih yang terletak di Dusun Bulan, Banyurejo, Tempel, Sleman, menjadi salah satu tempat ziarah yang ramai dikunjungi, terutama oleh mereka yang ingin merenungkan hidup dan mengambil pelajaran dari kisah beliau.

Bahkan, peringatan kematiannya atau haul Habib Ahmad pun diselenggarakan tiap tahunnya.

Kehidupan Habib Ahmad bin Ali Bafaqih adalah cerminan dari kekuatan iman yang tumbuh dalam kesunyian dan kesederhanaan. Ia bukan hanya guru spiritual, tetapi juga teladan sejati dalam menghadapi kehidupan dengan penuh kesabaran dan tawakal.


 

Penulis: MG25 Hafidzah Aulia Salsabila


 

 

 
Editor : Halo Jember
#Habib Ahmad bin Ali Bafaqih #yogyakarta #ulama #Habib Ahmad Tempel