Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Merenungi Ajaran Yesus tentang Kasih Radikal, Mengasih Secara Totalitas dan Adil

Halo Jember • Senin, 21 April 2025 | 23:30 WIB
(Canva)
(Canva)

HALOJEMBER - "Radikal" kita sering menganggap kata ini sebagai kata negatif untuk melabeli sesuai yang berlebihan. Namun dalam hal "Kasih" kata ini menjadi sebuah kata yang positif.

Kasih radikal berarti kita mengasihi sesama secara totalitas dan adil, tidak tergantung pada apakah seseorang pantas dikasihi atau tidak. 

Ini adalah kasih yang diberikan bahkan kepada orang yang tidak layak, tidak membalas, bahkan yang menyakiti kita.

Dalam dunia yang penuh persaingan, penilaian, dan konflik, kasih sering kali menjadi kata yang diucapkan namun jarang diwujudkan secara nyata. 

Namun, bagi orang Kristen, kasih bukan sekadar emosi atau reaksi spontan. Dalam Alkitab, kasih merupakan inti dari iman, hukum yang utama, dan dasar dari seluruh relasi manusia dengan Tuhan maupun sesama.

Makna Kasih dalam Perspektif Alkitabiah

Alkitab tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi juga mengajarkannya dalam bentuk yang paling dalam dan transformatif. 

Kata "kasih" dalam Alkitab berasal dari beberapa istilah Yunani, namun yang paling dominan adalah agape.

Agape merupakan sebuah bentuk kasih tanpa syarat, kasih yang memberi tanpa menuntut imbalan.

Yesus menyatakan bahwa seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi bergantung pada dua perintah utama: mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama (Matius 22:37–40). 

Ini menunjukkan bahwa kasih bukan hanya salah satu ajaran dalam iman Kristen, tetapi merupakan inti dari seluruh hukum moral dan spiritual.

Kasih Allah sebagai Teladan Tertinggi

Salah satu ayat paling terkenal dalam Alkitab adalah Yohanes 3:16: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Ayat ini menggambarkan kasih Allah sebagai sesuatu yang aktif, berkorban, dan menyelamatkan. 

Tuhan tidak menunggu manusia menjadi sempurna, tetapi justru mengasihi di tengah kelemahan dan dosa mereka.

Kasih Allah bukan hanya konsep, tetapi tindakan nyata. Penyaliban Yesus Kristus adalah wujud tertinggi dari kasih ilahi. 

Ia rela menderita demi keselamatan manusia — sesuatu yang tak bisa disamakan dengan bentuk kasih manusia yang bersyarat.

Kasih sebagai Identitas Orang Percaya

Dalam Yohanes 13 : 34 Yesus mengatakan "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Kasih menjadi tanda pengenal orang Kristen. Bukan dari simbol agama atau kata-kata manis, melainkan dari tindakan nyata yang mencerminkan kasih Tuhan. 

Paulus dalam 1 Korintus 13 bahkan menegaskan bahwa tanpa kasih, semua pelayanan dan pengorbanan menjadi sia-sia.

Kasih bukan hanya diperuntukkan bagi mereka yang menyenangkan atau seiman, tetapi bahkan kepada musuh (Matius 5:44). 

Tantangan kasih dalam kekristenan bukan hanya mencintai orang baik, tetapi mengasihi dengan cara yang radikal dan melampaui logika dunia.

Ciri-Ciri Kasih yang Sejati

Dalam 1 Korintus 13:4–7, Paulus menguraikan ciri-ciri kasih yang sejati:  

“Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong...” 

Ayat ini bukan hanya sekedar puisi indah, tetapi menjadi cermin bagi setiap orang percaya. Kasih sejati bersukacita dalam kebenaran, selalu percaya, berharap, dan sabar.

Kasih yang sejati tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak menyimpan dendam, dan tidak bersukacita karena ketidakadilan. 

Di era modern, panggilan untuk mengasihi tetap relevan. Dunia yang semakin terpecah karena perbedaan suku, agama, dan pandangan hidup membutuhkan kasih yang melampaui batas.


 

Penulis: MG25 Maria Yakomin Angella Unawekla

Editor : Halo Jember
#kristen #kasih #yesus kristus