Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tradisi Tolak Bala dan Pengaruhnya terhadap Ketakutan akan Santet

Halo Jember • Senin, 21 April 2025 | 22:00 WIB
Ilustrasi tradisi tolak bala (Sumber foto: Pexels.com)
Ilustrasi tradisi tolak bala (Sumber foto: Pexels.com)

HALOJEMBER - Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi tolak bala sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Tradisi ini biasanya dilakukan untuk menolak nasib buruk, mengusir roh jahat, atau menjaga keselamatan dari hal-hal gaib, termasuk serangan santet.

Upacara tolak bala bisa berbeda-beda bentuknya, tergantung daerah dan kepercayaan lokal.

Ada yang berupa pembacaan doa bersama, menyebar sesajen di persimpangan jalan, hingga mengarak sesaji keliling desa.

Bagi sebagian masyarakat, tradisi ini bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga cara memperkuat rasa aman dan kebersamaan.

Namun, di sisi lain, tradisi tolak bala juga bisa memperkuat ketakutan akan santet.

Ketika suatu wilayah mengalami musibah, seperti kematian mendadak atau wabah penyakit, masyarakat kerap menghubungkannya dengan serangan gaib.

Dari sinilah muncul kecurigaan terhadap individu-individu tertentu yang dianggap punya “ilmu hitam” atau niat jahat.

Ketakutan ini pun bisa memicu suasana mencekam di lingkungan sekitar.

Dalam beberapa kasus, warga bahkan mendesak agar diadakan ritual tolak bala secara berkala sebagai bentuk perlindungan kolektif.

Sayangnya, terkadang ritual ini bukan hanya untuk keselamatan, tetapi juga menjadi ajang untuk “menandai” siapa yang dicurigai sebagai pelaku santet.

Meski tradisi ini memiliki nilai-nilai budaya dan spiritual yang penting, alangkah baiknya jika pelaksanaannya tetap diiringi dengan sikap bijak.

Ketakutan terhadap santet sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk menyebarkan tuduhan tanpa dasar.

Justru, dengan memahami nilai tolak bala sebagai upaya refleksi dan doa bersama, masyarakat bisa memperkuat solidaritas tanpa perlu saling mencurigai.

 

Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa

Editor : Halo Jember
#santet #tradisi tolak bala #ilmu hitam