HALOJEMBER - "Katanya dulu sekolah ini bekas rumah sakit.” Kalimat itu mungkin terdengar familiar bagi banyak siswa di Indonesia.
Entah siapa yang pertama menyebarkan cerita tersebut, tapi mitos bahwa sebuah sekolah dibangun di atas bekas rumah sakit, terutama rumah sakit jiwa atau rumah sakit zaman penjajahan, sering kali menjadi bahan cerita horor yang melegenda di kalangan pelajar.
Cerita mistis yang menyertainya pun beragam. Ada yang mengaku melihat suster berjalan tanpa kaki di lorong sekolah, suara tangisan pasien yang terdengar dari kamar mandi, hingga ruang kelas yang disebut-sebut sebagai bekas ruang operasi.
Mitos ini sering kali muncul tanpa bukti yang jelas, namun terus bertahan bahkan hingga berganti generasi.
Fenomena ini sebenarnya bisa dijelaskan secara sosial. Sekolah adalah tempat yang dihuni oleh banyak anak muda dengan imajinasi tinggi.
Ditambah lagi suasana ruang kosong, lorong panjang, atau bangunan tua, menjadi kombinasi sempurna untuk melahirkan cerita seram.
Cerita seperti “bekas rumah sakit” memberi alasan mengapa sekolah terasa menyeramkan, dan sekaligus menciptakan rasa kebersamaan melalui pengalaman horor kolektif.
Namun tidak sedikit yang benar-benar merasa mengalami kejadian mistis. Beberapa siswa bahkan sampai enggan menggunakan toilet tertentu atau melewati lorong belakang sekolah sendirian.
Guru dan staf sekolah biasanya membiarkan mitos tersebut berkembang selama tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar.
Walaupun terdengar menyeramkan, mitos ini sering kali berfungsi sebagai bumbu cerita masa sekolah yang tak terlupakan.
Ia hidup dari mulut ke mulut, dari senior ke junior, dan menjadi bagian dari kisah klasik yang mewarnai hari-hari sekolah.
Apakah sekolahmu juga menyimpan cerita serupa?
Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa