Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Dukun Santet di Era Modern: Masihkah Dicari dan Dipercaya?

Halo Jember • Sabtu, 26 April 2025 | 03:00 WIB
Ilustrasi penggunaan ilmu hitam pelet (Sumber foto: Pexels.com)
Ilustrasi penggunaan ilmu hitam pelet (Sumber foto: Pexels.com)

HALOJEMBER - Di tengah kemajuan teknologi dan pendidikan yang semakin luas, kepercayaan terhadap praktik dukun santet ternyata belum sepenuhnya pudar.

Di beberapa wilayah Indonesia, dukun yang dianggap memiliki kemampuan mengirim santet masih dicari dan dipercaya oleh sebagian masyarakat, baik untuk tujuan menyerang orang lain maupun hanya untuk melindungi diri sendiri.

Dukun santet biasanya dikenal lewat jalur informal yaitu dari mulut ke mulut, rekomendasi keluarga, atau kenalan dekat.

Mereka tidak mempunyai plang nama, tidak mencetak brosur, dan tentu saja tidak terdaftar secara resmi.

Namun keberadaan mereka nyata dan terus bertahan dari generasi ke generasi.

Masyarakat yang mendatangi dukun santet punya berbagai alasan; mulai dari urusan cinta, balas dendam, sampai urusan bisnis.

Beberapa bahkan percaya bahwa seorang dukun bisa “memutus” hubungan seseorang atau membuat orang lain jatuh sakit.

Walau terdengar ekstrem, hal ini dianggap “wajar” di lingkungan yang masih kuat dengan budaya mistis.

Namun, praktik ini juga sering memicu konflik sosial. Ada kasus di mana seseorang dituduh sebagai dukun santet tanpa bukti dan berujung pada pengusiran hingga kekerasan.

Tuduham sebagai dukun santet ini bisa sangat berbahaya bagi keselamatan seseorang, apalagi jika disebarkan tanpa bukti yang jelas.

Di sisi lain, tidak sedikit warga yang juga menggunakan jasa dukun sebagai pelindung, bukan penyerang.

Mereka datang untuk meminta jimat, pagar gaib, atau doa penangkal gangguan supranatural.

Artinya, tidak semua dukun santet bekerja untuk kejahatan, ada pula yang diposisikan sebagai penjaga spiritual.

Meskipun masih eksis, keberadaan dukun santet kini lebih tersembunyi dan tertutup.
Tak sedikit yang juga berganti istilah, dari “dukun santet” menjadi “paranormal” atau “konsultan spiritual.”

Dengan begitu, mereka tetap bisa berpraktik tanpa harus berurusan dengan hukum atau pandangan negatif masyarakat.

Kepercayaan terhadap dukun santet menunjukkan bahwa di balik modernisasi, unsur budaya dan kepercayaan tradisional masih bertahan kuat.

Tantangannya kini adalah bagaimana masyarakat bisa menyikapi fenomena ini secara bijak seperti menghormati tradisi, tapi tetap waspada agar tidak terseret pada konflik atau tindak kekerasan.

 

Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa

Editor : Halo Jember
#era modern #dukun santet