HALOJEMBER - Pohon beringin sering dianggap sebagai simbol kekuatan dan perlindungan dalam budaya Indonesia.
Namun di balik kemegahannya, pohon ini juga menyimpan banyak cerita mistis yang masih dipercaya hingga kini.
Bukan hanya sekadar pohon rindang, beringin diyakini sebagai tempat tinggal makhluk halus dan arwah yang belum tenang.
Dalam banyak masyarakat adat di Jawa, Bali, hingga Kalimantan, pohon beringin tidak boleh ditebang atau diganggu sembarangan.
Pasalnya, mereka percaya bahwa ada penunggu gaib yang bisa marah jika tempat tinggalnya diusik.
Bahkan di beberapa desa, terdapat beringin tua yang dianggap keramat dan sering dijadikan tempat ritual atau meditasi.
Salah satu pantangan yang paling dikenal adalah larangan berbicara sembarangan atau membuang air kecil dekat pohon beringin, terutama saat malam hari.
Banyak kisah yang beredar mengenai orang-orang yang mengabaikan pantangan tersebut lalu mengalami kesurupan, demam tinggi, atau mimpi buruk yang berulang-ulang.
Mitos lain menyebutkan bahwa jika seseorang melihat cahaya merah atau hijau di sekitar pohon beringin pada malam hari, itu pertanda kehadiran makhluk halus.
Ada pula kisah orang yang tersesat dan terus berputar-putar di sekitar pohon beringin tanpa bisa keluar, hingga akhirnya harus “minta izin” secara batin untuk dilepaskan.
Meski zaman telah berubah dan banyak orang mulai bersikap rasional, keberadaan pohon beringin masih mendapat tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat.
Bahkan di kota-kota besar, tak jarang kita temui beringin besar yang dibiarkan tumbuh bebas di tengah jalan atau lapangan, seolah ada rasa segan yang diwariskan secara turun-temurun.
Cerita-cerita mistis ini bukan sekadar menakutkan, tapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap alam.
Mitos tentang pohon beringin mengajarkan kita bahwa tidak semua hal bisa dijelaskan secara logika, dan bahwa ada kekuatan tak kasat mata yang juga perlu dihormati.
Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa