HALOJEMBER - Di antara banyak makhluk gaib yang dipercaya dalam budaya Jawa, Genderuwo menjadi salah satu yang paling dikenal sekaligus paling ditakuti.
Sosoknya digambarkan besar, berbulu lebat, berkulit gelap, dan memiliki mata merah menyala.
Ia diyakini menghuni tempat-tempat yang sepi dan lembap seperti pohon besar, pemakaman tua, hingga bangunan kosong.
Cerita tentang Genderuwo sudah diwariskan turun-temurun. Banyak orang tua yang dulu menakut-nakuti anaknya agar tidak main sembarangan di malam hari karena bisa “diculik Genderuwo.”
Namun, kepercayaan ini tak sekadar untuk menakut-nakuti. Bagi sebagian masyarakat, kehadiran Genderuwo dianggap nyata dan bisa memberi pengaruh buruk bila tidak dihormati.
Beberapa warga percaya bahwa Genderuwo bisa mengganggu manusia secara fisik maupun mental.
Mulai dari menculik anak kecil, membuat orang tersesat, hingga menampakkan diri dalam wujud menyeramkan.
Bahkan ada yang percaya bahwa makhluk ini bisa menjelma menjadi manusia untuk menggoda atau memperdaya.
Cerita seram soal penampakan Genderuwo tersebar di berbagai daerah. Misalnya di daerah lereng Gunung Merapi, masyarakat percaya bahwa sosok ini kerap muncul di antara kabut menjelang petang.
Ada pula kisah di mana warga mengaku melihat makhluk besar bersembunyi di balik batang pohon beringin yang rimbun, sebelum akhirnya menghilang dalam sekejap.
Meski terdengar seperti dongeng, mitos Genderuwo masih hidup hingga kini, terutama di pedesaan.
Beberapa orang masih melakukan ritual tertentu saat melewati tempat yang dianggap angker demi menghindari gangguan makhluk gaib ini.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh cerita rakyat dalam membentuk ketakutan di masyarakat.
Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan Genderuwo, mitos ini tetap menjadi bagian penting dari budaya Indonesia yang penuh warna dan misteri.
Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa