HALO JEMBER - Setiap tahun, masyarakat Tanjung Priok dan sekitarnya melaksanakan haul atau peringatan wafatnya Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad (Mbah Priok) di makam keramatnya.
Tahun 2025 ini, haul kembali digelar dengan semangat syiar dan kebersamaan, mengingat jasa beliau sebagai ulama penyebar agama dan pelindung warga.
Agenda & Rangkaian Acara (Diperkirakan Serupa Tahun Sebelumnya)
Berdasarkan tradisi haul-ke IX (2023) dan haul-ke X (2022), diperkirakan kegiatan Haul 2025 akan berlangsung sebagai berikut
-
Hari dan Tanggal: Minggu, diperkirakan pada September 2025, setelah Salat Dzuhur.
-
Tempat: Complex Maqom Mbah Priok (Gubah Al‑Haddad), Tanjung Priok, Jakarta Utara.
▶️ Susunan Acara:
-
Pembukaan & Pembacaan Ratib Al‑Haddad
Dilanjutkan ziarah ke makam, dilengkapi pembacaan Surat Yasin & Tahlil. -
Salat Ashar Berjamaah
Dilaksanakan bersama jamaah haul, meneguhkan ukhuwah umat dan momentum spiritual. -
Maulid Nabi SAW
Pembacaan shalawat dan cerita tentang Nabi Muhammad, sebagai bentuk penghormatan dan syiar Islam. -
Manaqib & Kisah Mbah Priok
Kisah dan barokah beliau dibacakan untuk menginspirasi jamaah melalui teladan hidup yang taat dan ikhlas. -
Tausiyah & Dzikir
Disampaikan oleh habaib, kyai, dan ulama, biasanya diselingi tahlil hingga acara selesai. -
Khatam & Makan Bersama
Penutup haul biasanya ditandai dengan doa bersama dan makan komunal—seringkali dengan hidangan khas, seperti nasi kebuli.
Habib Hasan bin Muhammad Al-Haddad, atau lebih dikenal sebagai Mbah Priok, adalah seorang ulama dan wali Allah yang dikenal luas karena ketakwaannya, akhlaknya yang mulia, serta karomah (kemuliaan spiritual luar biasa) yang melekat padanya.
Karomah-karomah ini diyakini sebagai tanda kedekatannya kepada Allah dan buah dari hidupnya yang penuh ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Beberapa Karomah Mbah Priok yang Diyakini Masyarakat:
1. Wangi Semerbak di Sekitar Makam
Banyak peziarah melaporkan bahwa mereka mencium aroma wangi semerbak, seperti kasturi atau bunga melati, saat berdoa di makam Mbah Priok. Aroma ini sering muncul tanpa ada sumber wewangian yang jelas, dan dianggap sebagai tanda keberkahan dan karomah beliau.
2. Makam Tidak Bisa Dipindahkan
Salah satu peristiwa paling terkenal terjadi saat pemerintah berusaha memindahkan makam Mbah Priok pada awal 2000-an karena proyek pembangunan pelabuhan.
Meski berbagai alat berat telah dikerahkan, makam tidak bisa dihancurkan, dan bahkan beberapa alat berat dikabarkan mengalami kerusakan mendadak.
Ini dianggap sebagai bentuk perlindungan gaib terhadap jasad wali Allah yang dimuliakan.
3. Perlindungan Gaib Terhadap Peziarah
Beberapa orang yang pernah berniat buruk atau tidak sopan saat datang ke makam Mbah Priok konon mengalami gangguan atau kesialan. Sebaliknya, banyak peziarah yang datang dengan niat baik dan hati bersih mengaku mendapat ketenangan batin, kemudahan rezeki, atau terkabulnya doa.
4. Membantu Warga Saat Sakit atau Terlilit Masalah
Ada cerita-cerita rakyat yang berkembang tentang warga yang datang ke makam untuk berdoa kepada Allah sambil memohon perantaraan (tawasul) lewat Mbah Priok, kemudian disembuhkan dari penyakit, dilunasi utangnya, atau dipermudah urusannya.
Tentu, umat Islam memahami bahwa pertolongan tetap datang dari Allah, namun keyakinan bahwa Mbah Priok adalah wali yang dikasihi-Nya menjadi sebab wasilah doa.
Baca Juga: Ini Hubungan Habib Abu Bakar Gresik dan Habib Sholeh Tanggul: Warisan Dakwah dan Kewalian
5. Makam Tetap Utuh Meski Terendam
Dalam beberapa catatan, saat kawasan sekitar makam mengalami genangan atau banjir, makam Mbah Priok tidak rusak atau terendam air, seolah ada perlindungan khusus terhadap lokasi itu.
Editor : Dwi Siswanto