HALO JEMBER - Selat Bali disebut-sebut sebagai salah satu perairan yang paling angker di Indonesia. Banyak kejadian hingga memakan korban jiwa.
Di balik keindahan perairan Selat Bali, banyak misteri yang belum terungkap.
Sebab, tidak sedikit kejadian memilukan maupun mistis terjadi di selat yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali tersebut.
Baru-baru ini, kejadian yang menyayat hati terjadi. Sebuah kapal motor penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam.
Enam penumpang ditemukan meninggal dunia, puluhan masih hilang, dan 31 penumpang selamat.
Selat Bali – Di Balik Keindahan, Ada Misteri Mengintai
Siapa sangka, di balik keindahan Selat Bali yang membentang di antara Pulau Jawa dan Bali, tersimpan kisah-kisah mengerikan.
Laut ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya makhluk gaib yang konon bisa menenggelamkan siapa saja tanpa ampun.
Beragam kejadian turut memperpanjang catatan misteri Selat Bali.
Tragedi demi tragedi menyisakan duka. Mulai dari tenggelamnya KMP Rafelia II pada 4 Maret 2016.
Saat itu, diduga kapal kelebihan muatan. Air masuk ke dek kendaraan dan menyebabkan kapal miring hingga terbalik.
Korban meninggal ada 6 orang yang terdiri dari 2 ABK dan 4 penumpang.
Lalu pada 29 Juni 2021, KMP Yunicee dilaporkan tenggelam setelah terseret arus besar dan ombak tinggi sekira 3 hingga 5 meter saat hendak bersandar.
Dan terbaru KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli 2025 malam. Kapal tenggelam sekitar 25 menit setelah berangkat dari Ketapang menuju Gilimanuk.
Meski pada insiden sebelum-sebelumnya, KNKT menyatakan ada penyebab logis dari masalah kapal, namun, masyarakat setempat percaya ada kekuatan tak kasat mata yang ikut campur dalam peristiwa tersebut.
Lebih dari itu, Selat Bali sudah dikenal lama sebagai jalur laut “berbahaya”.
Bukan hanya karena arus dan gelombang, tetapi juga karena kisah-kisah mistis yang menyertainya.
Oleh karena itu, beragam mitos masih dipercaya masyarakat mengenai Selat Bali.
Tak heran jalur penyeberangan ini dianggap salah satu perairan paling angker di Indonesia.
Editor : Sidkin