Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mitos Gunung Lemongan Lumajang, Didiami Makhluk Gaib Macan Danu dan Bisa Menjelma Menjadi Manusia

Sidkin • Selasa, 15 Juli 2025 | 01:55 WIB
Gunung Lemongan. Mitos Gunung Lemongan Lumajang didiami makhluk gaib Macan Danu dan bisa menjelma menjadi manusia.
Gunung Lemongan. Mitos Gunung Lemongan Lumajang didiami makhluk gaib Macan Danu dan bisa menjelma menjadi manusia.

HALO JEMBER - Mitos Gunung Lemongan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Disebut didiami makhluk gaib Macan Danu dan bisa menjelma menjadi manusia. 

Gunung Lemongan berada di di Desa Papringan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Gunung yang memiliki tinggi 1.641 mdpl ini termasuk gunung berapi.

Dilaporkan, gunung ini terakhir meletus pada tahun 1898. Sehingga Gunung Lemongan menjadi gunung berapi yang sudah lama ‘tertidur’ di Lumajang.

Di balik itu, ternyata gunung ini menyimpan misteri dan sejarah yang panjang.

Hal ini tak terlepas dari kisah Begawan Citro Sridono Sasmito alias Mbah Citro.

Dilansir Halo Jember dari Tribunnews, Juru Kunci Gunung Lemongan, Jaka, 53, menyebut Mbah Citro merupakan sosok yang membuka jalur di hutan rimba Desa Papringan hingga akhirnya menemukan Gunung Lemongan kala itu.

Mbah Citro, kata Jaka, memutuskan melakukan perjalanan ke Gunung Lemongan usai berjuang mengusir penjajah saat agresi militer Belanda II di Blitar sekitar tahun 1948.

Perjalanan itu bukan tanpa alasan, sebab menurut Jaka, Mbah Citro yang lahir pada tahun 1902 menerima saran dari leluhurnya untuk melakukan kegiatan spiritual.

Awalnya, ia menjalani tapa di Gunung Lawu, dan dari sana ia memperoleh petunjuk tentang keberadaan sebuah padepokan supranatural yang konon berada di wilayah timur Pulau Jawa.

"Petunjuk tersebut mengarahkan Mbah Citro berjalan menuju Gunung Semeru. Di sana, selama 40 hari Mbah Citro melihat sinar biru keemasan dari arah Utara yang mengarah ke sebuah gunung (Lemongan)," ujar Jaka.

Petunjuk itu kemudian membawanya menyusuri lebatnya hutan Desa Papringan, yang kala itu masih berupa hutan belantara yang belum pernah ditembus manusia.

"Konon katanya tidak ada yang berani menembus hutan tersebut," ungkapnya.

Bagi Jaka, perjalanan panjang Mbah Citro dari gunung ke gunung adalah bentuk pencarian akan kedamaian dan petunjuk batin demi kemaslahatan sesama.

Langkah spiritual itu akhirnya mengantarkan Mbah Citro mendirikan sebuah padepokan di kawasan dataran tinggi Gunung Fuji, area yang diyakini terbentuk akibat letusan Gunung Lemongan di masa lampau.

"Tempat ini di Gunung Fuji, Mbah Citro mendirikan sanggar pamujan tempat untuk berdoa. Mbah Citro memegang teguh semangat perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat," kata Jaka.

Setelah menetap di lereng Gunung Lemongan, Mbah Citro dikaruniai dua orang anak.

Mbah Citro menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 2016. Ia dimakamkan berdampingan dengan istrinya.

"Mbah Citro wafat pada tahun 2016. Beliau ini asalnya dari Magetan Jawa Timur," tutur Jaka.

Dalam banyak perbincangan semasa hidupnya, Jaka menyebut bahwa Gunung Lemongan menyimpan kisah rakyat yang hingga kini masih diyakini sebagian warga.

Konon, ada sosok gaib yang dikenal dengan sebutan Macan Danu, makhluk supranatural menyerupai harimau yang diyakini mampu menjelma menjadi manusia.

"Terkadang terlihat sebagai sosok pria yang tampan dan wanita yang sangat cantik," terangnya.

Karena itulah, pendaki Gunung Lemongan wajib menjaga sikap dan tidak boleh bersikap sombong ataupun meremehkan.

"Meski gunungnya hanya 1.600an meter masih lebih tinggi dari Semeru, pantangan utama tidak boleh meremehkan. Banyak hal buruk yang menanti ketika sudah meremehkan seperti tersesat dan bahkan hilang," jelasnya.

Gunung Lemongan memang menyimpan keindahan, namun medan pendakiannya cukup menantang dengan kontur terjal dan bebatuan yang merupakan sisa material letusan ratusan tahun lalu.

"Mendaki dilarang pikiran kosong, dalam kecapekan, pemikiran kosong itulah dipindahkan sama makhluk lain," pesan Jaka sebagai pengingat bagi siapa saja yang hendak menapaki Gunung Lemongan.*

Editor : Sidkin
#mitos gunung #gunung lemongan #mitos #makhluk gaib #jelmaan manusia #lumajang