Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Ketika Bansos Berakhir, Kecemasan Keluarga Penerima Manfaat Meningkat, Mengapa Ini Terjadi?

Sidkin • Senin, 1 Desember 2025 | 06:58 WIB

 

Ilustrasi uang gaji (Pinterest)
Ilustrasi uang gaji (Pinterest)

 

Halojember.jawapos.com - Di banyak daerah, penghentian tiga bansos sekaligus bukan sekadar informasi administratif, tetapi kabar yang menimbulkan kekhawatiran nyata bagi jutaan keluarga.

Bantuan stunting ayam–telur, IPKP, hingga beras 10 kg selama ini menjadi penopang kebutuhan harian masyarakat berpenghasilan rendah.

Ketika pemerintah memastikan ketiganya berhenti pada akhir 2025, banyak KPM bertanya-tanya apakah kebutuhan dasar mereka akan tetap terlindungi di tahun berikutnya.

Di Jawa dan luar Jawa, sejumlah warga mengaku khawatir karena belum ada kejelasan mengenai program pengganti atau skema bantuan baru yang akan menggantikan ketiga program tersebut.

Di saat yang sama, pencairan PKH dan BPNT yang belum tuntas membuat sebagian warga semakin tidak tenang.

Mereka harus menunggu sambil berharap tidak terjadi kendala teknis lagi, terutama warga yang baru beralih ke kartu KKS baru.

Para pendamping sosial di lapangan juga merasakan lonjakan keluhan dan pertanyaan dari masyarakat.

Informasi yang belum solid membuat banyak keluarga bingung tentang apakah bantuan di tahun depan akan tetap tersedia atau berubah total.

Pada akhirnya, dinamika bansos menjelang 2026 menunjukkan bahwa kebijakan perlindungan sosial bukan hanya urusan distribusi anggaran, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat yang bergantung pada keberlangsungan program tersebut.

Editor : Sidkin