Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Jejak Sejarah Syaikhona Kholil Bangkalan, Ulama Besar Madura yang Melahirkan Banyak Tokoh Nasional

Viona Rj • Kamis, 26 Februari 2026 | 12:00 WIB

Syaikhona Kholil (Wikipedia)
Syaikhona Kholil (Wikipedia)

HALOJEMBER -  Nama Syaikhona Kholil dikenal luas sebagai salah satu ulama besar asal Madura yang memiliki pengaruh kuat dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Sosoknya bukan hanya dihormati di Pulau Madura, tetapi juga dikenang sebagai guru para ulama besar yang kelak berperan penting dalam sejarah bangsa.

Syaikhona Kholil lahir pada 25 Mei 1835 di Kampung Senenan, Bangkalan. Memiliki nama lengkap Muhammad Kholil bin KH Abdul Latif.

Syaikhona Kholil tumbuh dalam lingkungan keluarga santri yang religius dan memiliki ikatan pertalian dengan Sunan Gunung Jati.

Sejak muda, ia dikenal tekun menuntut ilmu agama, baik di Madura maupun di berbagai pusat pendidikan Islam di Nusantara.

Dalam perjalanan intelektual dan spiritualnya, ia juga sempat menimba ilmu di Makkah, yang saat itu menjadi tujuan utama para santri Nusantara untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Sekembalinya ke Madura, Syaikhona Kholil aktif berdakwah dan mengajar santri. Kemudian mendirkan pesantren di Kademangan, Bangkalan.

Pesantrennya menjadi kajian pusat pembelajaran dan pengajaran ilmu fiqh, nahwu, dan tarekat.

Metode dakwahnya dikenal sederhana, penuh hikmah, serta menekankan akhlak dan kedalaman spiritual. Banyak santri dari berbagai daerah datang berguru kepadanya.

Di antara murid-muridnya, terdapat tokoh-tokoh besar yang kemudian menjadi ulama berpengaruh di Indonesia.

Peran Syaikhona Kholil juga tercatat dalam sejarah awal berdirinya organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama.

Restu dan nasihat spiritual darinya diyakini menjadi salah satu pendorong lahirnya organisasi tersebut pada awal abad ke-20.

Hingga kini, nama Syaikhona Kholil kerap disebut dalam berbagai kajian sejarah Islam Nusantara sebagai figur penting yang membentuk jaringan ulama pesantren.

Syaikhona Kholil wafat pada 29 Ramadhan 1343 H bertepatan dengan 1925 M. Setelah wafat, makam Syaikhona Kholil di Bangkalan menjadi salah satu tujuan utama wisata religi di Madura.

Setiap hari, peziarah datang dari berbagai daerah untuk berdoa sekaligus mengenang jasa-jasanya dalam menyebarkan ilmu dan membina generasi ulama.

Tradisi haul tahunan juga rutin digelar dan dihadiri ribuan jamaah, menandakan bahwa pengaruh Syaikhona Kholil tetap hidup di tengah masyarakat hingga kini.

Editor : Viona Rj
#madura #Syaikhona Kholil Bangkalan #ulama