Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ternyata Begini Asal Mula Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Buka Puasa Bulan Ramadan

Viona Rj • Senin, 2 Maret 2026 | 03:00 WIB

Ekspresi ceria Gen Z saat melakukan ngabuburit kreatif di Ramadan 2026, memadukan hobi berburu kuliner unik dengan produktivitas membuat konten digital. (RIFKI/AI)
Ekspresi ceria Gen Z saat melakukan ngabuburit kreatif di Ramadan 2026, memadukan hobi berburu kuliner unik dengan produktivitas membuat konten digital. (RIFKI/AI)

HALOJEMBER - Siapa sih yang tiap Ramadan suka bilang, “Sore ini kita ngabuburit dulu, yuk”? Istilah ngabuburit sudah jadi bahasa sehari-hari di Indonesia, tapi ternyata asal-usulnya cukup menarik dan punya jejak budaya yang kuat.

Kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Akar katanya adalah burit, yang artinya petang atau menjelang malam. Dalam bahasa Sunda, kata kerja “ngabuburit” kurang lebih bermakna menunggu waktu sore datang.

Seiring waktu, maknanya bergeser dan makin spesifik menghabiskan waktu sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa di bulan Ramadan.

Jadi, secara harfiah ngabuburit itu soal “menghabiskan waktu” dengan cara yang seru sebelum azan Magrib berkumandang.

Awalnya, istilah ini populer di wilayah Jawa Barat, terutama di kota-kota seperti Bandung dan Tasikmalaya. Anak-anak muda Sunda biasa pakai kata ini buat ngajak nongkrong sore.

Meskipun populer saat Ramadan, tapi di daerah asalnya kata ngabuburit biasa digunakan sehari-hari.

Lama-lama, karena sering muncul di acara TV, radio, media sosial, sampai meme, kata “ngabuburit” menyeberang daerah. Sekarang? Dari Jakarta sampai Makassar, orang-orang paham betul apa itu ngabuburit meski bukan orang Sunda.

Kegiatan ngabuburit juga lebih bervariasi, seperti pesantren kilat, kajian, nongkrong santai hingga berburu takjil dan olahraga.

Ngabuburit itu bukan cuma soal menunggu buka puasa. Di balik katanya yang santai, ada nilai sosial kebersamaan, obrolan ringan, dan momen rehat sebelum berbuka.

Dari kata sederhana berbahasa daerah, lahirlah tradisi nasional yang tiap Ramadan selalu bikin suasana jadi lebih hidup.

 

Editor : Viona Rj
#waktu buka puasa #ngabuburit #ramadan