HALOJEMBER - Peringatan Malam Nuzulul Quran setiap 17 Ramadan menjadi momen penting bagi umat Islam di Indonesia.
Selain diisi dengan tilawah Al-Qur’an, tausiyah, dan doa bersama, sejumlah daerah memiliki tradisi khas yang turun-temurun dilakukan masyarakat.
Tradisi-tradisi ini memperkaya cara umat merayakan turunnya Al-Qur’an sekaligus mempererat kebersamaan sosial.
1. Yogyakarta: Pengajian & Tradisi Grebeg
Di wilayah Yogyakarta, peringatan Malam Nuzulul Quran biasanya diisi pengajian akbar di masjid-masjid kampung dan keraton.
Pada momentum tertentu di bulan Ramadan, masyarakat juga mengenal tradisi Grebeg Maulud sebagai bagian dari budaya keraton yang menekankan nilai berbagi. Nuansa budaya Jawa yang kental membuat peringatan terasa khidmat sekaligus meriah.
2. Aceh: Kenduri & Khataman Al-Qur’an
Di Banda Aceh, warga menggelar kenduri (makan bersama) setelah khataman Al-Qur’an. Tradisi ini menekankan nilai kebersamaan dan syukur. Masjid-masjid ramai dengan zikir, doa, dan ceramah yang mengajak jamaah memperdalam makna Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
3. Banten: Pawai Obor & Doa Bersama
Masyarakat di Serang masih melestarikan pawai obor pada malam-malam tertentu di Ramadan, termasuk saat memperingati Nuzulul Quran. Anak-anak hingga orang tua berjalan bersama mengelilingi kampung, lalu ditutup doa bersama di masjid. Tradisi ini menjadi sarana syiar yang meriah sekaligus edukatif.
4. Jawa Timur: Tahlilan & Santunan
Di sejumlah desa di Jawa Timur, Malam Nuzulul Quran diperingati dengan tahlilan, pengajian, dan santunan anak yatim. Warga bergotong royong menyiapkan takjil dan hidangan sederhana untuk jamaah, menegaskan nilai solidaritas sosial yang kuat.
5. Sulawesi Selatan: Pengajian Kampung & Buka Puasa Bersama
Di wilayah Sulawesi Selatan, peringatan dilakukan lewat pengajian kampung, buka puasa bersama, dan pembacaan ayat-ayat pilihan. Tradisi ini mempererat hubungan antarwarga sekaligus menjadi ruang belajar agama lintas generasi.
6. Merawat Tradisi, Menguatkan Makna
Meski bentuk perayaannya berbeda-beda, esensi Malam Nuzulul Quran tetap sama: menghidupkan kecintaan pada Al-Qur’an dan memperkuat persaudaraan. Di tengah arus modernisasi, pelestarian tradisi lokal menjadi cara menjaga nilai spiritual sekaligus identitas budaya daerah.
Editor : Viona Rj