HALOJEMBER - Hari Raya Idulfitri dirayakan dengan penuh kekhidmatan dan kemeriahan di Arab Saudi. Sebagai negara tempat lahirnya Islam serta lokasi dua kota suci, suasana Lebaran di Arab Saudi memiliki nuansa religius yang sangat kuat, namun tetap sarat dengan tradisi kekeluargaan.
Berikut beberapa tradisi khas Lebaran di Arab Saudi:
1. Salat Id Berjamaah dalam Skala Besar
Sejak pagi hari, masyarakat memenuhi masjid dan lapangan untuk melaksanakan salat Id berjamaah. Di kota suci seperti Makkah dan Madinah, suasana terasa sangat istimewa karena jamaah datang dari berbagai penjuru dunia.
Setelah salat, umat Muslim saling mengucapkan “Eid Mubarak” dan berdoa bersama.
2. Silaturahmi dan Jamuan Keluarga
Usai salat, keluarga besar biasanya berkumpul di rumah orang tua atau sesepuh keluarga. Tradisi makan bersama menjadi inti perayaan. Hidangan khas seperti kabsa (nasi berbumbu dengan daging ayam atau kambing), aneka daging panggang, serta hidangan manis tersaji melimpah.
Keramahan dalam menjamu tamu menjadi nilai penting dalam budaya Arab.
3. Pemberian Uang kepada Anak-Anak
Anak-anak menerima uang atau hadiah dari orang tua dan kerabat. Tradisi ini mirip dengan pemberian THR di Indonesia. Suasana rumah dipenuhi tawa anak-anak yang mengenakan pakaian baru dan berwarna cerah.
4. Busana Tradisional
Saat Lebaran, pria biasanya mengenakan thobe (jubah panjang putih), sementara perempuan mengenakan abaya yang elegan. Pakaian baru melambangkan kesucian dan awal yang baru setelah Ramadan.
5. Perayaan dan Hiburan Publik
Di kota-kota besar seperti Riyadh dan Jeddah, pemerintah sering mengadakan pertunjukan kembang api, festival, dan berbagai acara hiburan keluarga selama beberapa hari libur Lebaran.
Lebaran di Arab Saudi memadukan nilai spiritual yang kuat dengan tradisi sosial yang hangat. Dari salat berjamaah hingga jamuan keluarga yang meriah, semuanya menegaskan makna kemenangan, rasa syukur, dan kebersamaan.
Begitulah wajah Lebaran di Arab Saudi khidmat, megah, dan penuh makna.
Editor : Viona Rj