Halojember - Generasi Z kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini bukan soal gaya hidup atau tren fashion, melainkan fenomena unik di mana banyak anak muda yang dianggap menjadi “psikolog dadakan” di platform digital.
Berbekal pengalaman pribadi dan referensi dari internet, mereka dengan percaya diri memberikan saran terkait kesehatan mental kepada orang lain. Di satu sisi, hal ini dianggap positif karena meningkatkan kesadaran akan pentingnya mental health. Namun di sisi lain, banyak pihak mengingatkan bahwa tidak semua orang memiliki kompetensi untuk memberikan diagnosis atau solusi.
Tak hanya itu, tren resign atau keluar dari pekerjaan juga semakin marak di kalangan Gen Z. Banyak dari mereka memilih meninggalkan pekerjaan yang dianggap tidak sehat secara mental, meskipun belum memiliki rencana yang matang ke depan.
Fenomena ini memicu pro dan kontra. Ada yang menyebut Gen Z lebih berani memperjuangkan kesejahteraan diri, sementara yang lain menilai mereka kurang tahan banting. Terlepas dari itu, perubahan pola pikir ini menunjukkan pergeseran nilai dalam dunia kerja modern.
Editor : Harry Erje