Di balik sunyi ruang persalinan, Bdn. Tyas Edi Winarsih, S.ST., M.M. mengabdikan 35 tahun hidupnya sebagai bidan dan dosen kebidanan.
Bertugas di Puskesmas Sumbersari, ia berada di garis terdepan menjaga keselamatan ibu dan bayi, sekaligus menekan angka kematian.
Baginya, profesi bidan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk mendampingi siklus kehidupan perempuan dari masa kehamilan hingga melahirkan generasi baru.
“Jika Kartini melawan gelap dengan pena, saya melawan angka kematian ibu dan bayi dengan hati yang tulus dan profesional,” ujarnya.
Pengabdian itu ia lanjutkan dengan membuka Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) di Jalan S. Parman, Sumbersari, yang dikenal sebagai Bidanku Tyas Edi.
Setiap persalinan yang ia tangani dipandang sebagai investasi masa depan bangsa, bukan sekadar capaian pribadi.
Ia menegaskan, dedikasi menjadi kunci dalam menjalankan peran tersebut. “Selama masih ada ibu hamil yang butuh didampingi dan bayi yang harus disambut dengan aman, saya akan tetap berdiri. Karena menjaga satu ibu sama dengan menjaga satu bangsa,” tegasnya. (ika/yul/nur)
Editor : Viona Rj