HALOJEMBER - Menjaga kenyamanan jutaan jemaah adalah prioritas utama Otoritas Umum Pengelola Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Proses pewangian yang masif dilakukan setiap hari untuk menciptakan suasana spiritual yang khusyuk dan menenangkan.
Baca Juga: Wangi Masjidil Haram, Parfum Musk Al Haram Jadi Pilihan Jemaah Haji Jember dan Indonesia
Berdasarkan laporan terkini, berikut detail pengharuman di Masjid Al Haram:
- Intensitas Harian: Petugas melakukan lebih dari 8.200 putaran pewangian dan pembakaran dupa setiap hari di seluruh area masjid.
- Penggunaan Dupa (Bukhur): Sekitar 58 kg dupa berkualitas tinggi dibakar setiap hari untuk mengharumkan koridor, pelataran, hingga area Ka'bah dan Hajar Aswad.
- Sistem Otomatis: Lebih dari 7.300 liter cairan pewangi disemprotkan melalui sistem penyemprotan otomatis di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
- Layanan Langsung ke Jemaah: Otoritas membagikan lebih dari 1.100 botol parfum dan mengoleskan lebih dari 350 tola (satuan berat parfum Arab) minyak amber serta mawar kepada para pengunjung.
Baca Juga: Mengapa Parfum Kiswah? Ini Penjelasan Logis Untuk Jemaah Haji, Aromanya Seperti Kain Kakbah
Jenis Aroma Utama yang Digunakan
Otoritas menggunakan bahan-bahan alami premium khas Timur Tengah yang dikenal memiliki ketahanan aroma yang kuat:
- Oud (Gaharu): Digunakan dalam bentuk dupa (bukhur) maupun minyak esensial. Memberikan aroma kayu yang hangat dan mewah, terutama di area utama masjid.
- Misk (Musk): Aroma yang segar dan bersih, sering digunakan untuk mengharumkan karpet dan area shalat.
- Anbar (Amber): Memberikan sentuhan aroma yang manis dan eksotis.
- Mawar (Rose): Biasanya berupa minyak mawar murni yang memberikan kesan lembut dan segar.
Baca Juga: Untuk Haji Mabrur: Rekomendasi Parfum Non-Alkohol Terbaik agar Ibadah Semakin Khusyuk dan Nyaman
Varian Produk Musk Al Haram (Aroma Inspirasi)
Bagi Anda yang ingin merasakan suasana spiritual ini di rumah, terdapat berbagai varian parfum bermerek Musk Al Haram (seperti produksi Surrati atau Al Haramain) yang dirancang menyerupai aroma asli di Tanah Suci:
- Musk Al Haram (Standard): Aroma white musk yang segar dipadukan dengan sentuhan serai (lemongrass), melon, melati, dan vanila untuk efek harmonisasi.
- Misk Makkah: Spesifik dirancang untuk meniru aroma segar lantai Masjidil Haram setelah dibersihkan.
- Musk Collection (Luxury): Koleksi dari Al Haramain yang meliputi varian Musk Maliki, Royal Musk, dan Amber Musk dengan karakteristik aroma yang lebih kompleks dan elegan.
- Aroma Kiswah Ka'bah: Varian parfum yang lebih berat dan dominan pada unsur gaharu (oud) untuk meniru wangi kain penutup Ka'bah.
Editor : Hariri HJ