HALOJEMBER – Musim haji tahun 2026 kembali menghadirkan cerita yang menggetarkan hati.
Di tengah ribuan jemaah lanjut usia, terselip kisah mengharukan dari Nimatus Syafaroh, seorang remaja berusia 16 tahun asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Syafaroh, yang akrab disapa Syafa, berangkat ke Tanah Suci menggantikan almarhumah ibundanya yang wafat pada tahun 2025, tepat satu bulan sebelum pelunasan biaya haji dilakukan.
Baca Juga: Screening Ketat Asrama Haji 2026, Banyak Barang Bawaan Haji Diturunkan karena Terlalu Berat
Remaja yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA ini akhirnya melangkah ke Baitullah menggunakan porsi haji sang ibu yang telah didaftarkan sejak tahun 2012.
Campur Aduk Perasaan
Saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Rabu (22/4/2026), Syafa mengenakan batik biru muda dan jilbab hitam.
Wajahnya memancarkan kebahagiaan, namun matanya tak bisa menyembunyikan kesedihan mendalam.
"Enggak terpikirkan bisa naik haji di usia muda. Senang sedih rasanya campur aduk karena tidak ada ibu. Aku berangkat berdua sama ayah," kata Syafa dengan suara bergetar.
Syafa mengaku sempat merasa belum siap secara mental untuk memikul tanggung jawab besar sebagai jemaah haji di usianya yang masih sangat muda.
Namun, kerinduan untuk mendoakan almarhumah ibunya di depan Kakbah menjadi penguat tekadnya.
Misi Suci di Tanah Suci
Kisah Syafa bukan satu-satunya di tahun 2026. Di tempat lain, Rizki Rahman Al Farisi, 17, dari Bekasi juga berangkat menggantikan sang ayah yang wafat, dan Lala, 15, dari Padang yang menggantikan almarhum ayahnya, Zuhrizal.
Syafa berkomitmen untuk menjadikan perjalanan ini sebagai bakti terakhir kepada orang tuanya.
Baca Juga: Cuaca Makkah Capai 43 Derajat Celsius, Ini Penjelasan Jubir Kemenhaj
"Banyak yang dipersiapkan. Sebelum berangkat, banyak mengaji dan menghafal doa-doa. Aku ingin mendoakan ibu di sana," tuturnya.
Keberangkatan Syafa mendapat dukungan penuh dari sang ayah. Ia pun harus meninggalkan sementara kewajiban pondok pesantrennya untuk menunaikan rukun Islam kelima ini.
Kisah Syafa dan para jemaah haji muda pelimpahan porsi menjadi bukti cinta yang tak terputus, di mana baktinya anak menggantikan impian orang tua yang telah berpulang ke Rahmatullah.
Editor : Hariri HJ