Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Berikut 9 Syarat Sah Thawaf yang Harus Dipenuhi oleh Jamaah saat Ibadah Haji

Viona Rj • Senin, 4 Mei 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi orang yang sedang melakukan ibadah haji thawaf (Ona/AI/Halojember)
Ilustrasi orang yang sedang melakukan ibadah haji thawaf (Ona/AI/Halojember)

 

HALOJEMBER - Thawaf merupakan salah satu ibadah penting dalam rangkaian haji dan umrah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Agar thawaf yang dilakukan sah dan diterima, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh setiap jamaah. Memahami syarat sah thawaf sangat penting agar ibadah tidak sia-sia dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Berikut adalah syarat sah thawaf yang perlu diperhatikan:

1. Suci dari hadas besar dan kecil
Jamaah harus dalam keadaan suci, baik dari hadas besar (seperti junub) maupun hadas kecil (memiliki wudhu). Jika batal, maka thawaf harus dihentikan dan diulang setelah bersuci kembali.

2. Suci dari najis
Badan, pakaian, dan tempat harus bersih dari najis. Hal ini sama seperti syarat sah dalam melaksanakan salat.

3. Menutup aurat
Jamaah wajib menutup aurat sesuai ketentuan syariat. Bagi laki-laki, minimal antara pusar hingga lutut, sedangkan perempuan harus menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

4. Dilakukan di Masjidil Haram
Thawaf harus dilakukan di area Masjidil Haram dengan mengelilingi Ka’bah secara langsung, bukan di tempat lain.

5. Ka’bah berada di sebelah kiri
Selama thawaf, posisi Ka’bah harus berada di sebelah kiri jamaah. Ini berarti jamaah bergerak berlawanan arah jarum jam.

6. Memulai dari Hajar Aswad
Putaran thawaf dimulai sejajar dengan Hajar Aswad dan diakhiri di tempat yang sama, dihitung sebanyak tujuh kali putaran.

7. Dilakukan sebanyak tujuh putaran
Jumlah putaran harus genap tujuh kali. Kurang dari itu, thawaf dianggap tidak sah.

8. Berturut-turut (muwalat)
Thawaf dilakukan secara berurutan tanpa jeda panjang yang memutus rangkaian, kecuali ada uzur seperti salat wajib atau kondisi darurat.

9. Niat thawaf
Jamaah harus memiliki niat untuk melakukan thawaf sesuai jenisnya (thawaf ifadah, qudum, atau wada), meskipun niat ini cukup di dalam hati.

Dengan memenuhi seluruh syarat sah thawaf, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan yakin. Thawaf bukan sekadar gerakan mengelilingi Ka’bah, tetapi juga simbol ketaatan, kecintaan, dan kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik agar setiap langkah dalam thawaf bernilai ibadah yang sempurna.

 

Editor : Viona Rj
#thawaf #haji #ibadah haji