Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

7 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan, Pahalanya Berlipat Ganda

Sidkin • Senin, 4 Mei 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi. 7 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan, Pahalanya Berlipat Ganda. (Pixabay)
Ilustrasi. 7 Amalan Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan, Pahalanya Berlipat Ganda. (Pixabay)

Halojember - Dalam ajaran Islam, hanya ada dua hari raya yang disyariatkan, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.

Jika bulan Syawal identik dengan amalan puasa enam hari setelah Idul Fitri, maka bulan Dzulhijjah juga menyimpan keistimewaan tersendiri dengan beragam ibadah yang dianjurkan untuk dikerjakan.

Dzulhijjah bukan bulan biasa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) yang disebutkan Allah dalam Al-Qur’an, tepatnya Surat At-Taubah ayat 36:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram..." (QS At-Taubah: 36).

Baca Juga: Panggilan Baitullah: Amalan dan Doa Utama Agar Bisa Segera Berangkat Haji dan Tidak Gagal

Keistimewaan bulan-bulan haram ini dijelaskan para ulama. Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir Mafatihul Ghaib menerangkan bahwa kemuliaan bulan haram terletak pada ganjarannya: maksiat pada bulan ini lebih berat dosanya, sementara amal saleh dilipatgandakan pahalanya.

Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan menghidupkan Dzulhijjah dengan berbagai ibadah. Terlebih pada sepuluh hari pertamanya yang memiliki keutamaan luar biasa.

Baca Juga: Ilmu Pikat Pasangan Lewat Doa: Warisan Santri dari Amalan Puasa hingga Doa Nabi Yusuf dan Nabi Sulaiman

Berikut 7 amalan utama di bulan Dzulhijjah beserta dalilnya:

1. Berpuasa pada 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Puasa pada awal Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Dasarnya adalah hadis riwayat Imam Bukhari:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ أَنَّهُ قَالَ: مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِى هَذِهِ
Artinya:

“Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini.” (HR Bukhari)

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa para fuqaha menjadikan hadis ini sebagai dalil kesunnahan berpuasa pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, sebab puasa termasuk amal saleh paling utama.

Baca Juga: Haji 2026: 221 Ribu Jemaah Indonesia Berangkat, 177 Ribu Masuk Kategori Risiko Tinggi dan Lansia 40 Ribuan Orang

2. Menghidupkan Malam Sepuluh Hari Pertama

Selain puasa di siang hari, malam-malam awal Dzulhijjah juga dianjurkan diisi dengan ibadah seperti salat malam, dzikir, dan doa. Hadis riwayat Imam Tirmidzi menyebutkan:

ما من أيام أحب إلى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة

Artinya:

“Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk digunakan beribadah selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR Tirmidzi)

Keutamaannya bahkan disandingkan dengan menghidupkan malam seperti Lailatul Qadar.

Baca Juga: Bus Sholawat Haji 2026: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya di Makkah

3. Memperbanyak Dzikir: Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak dzikir. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Imam Ahmad:

فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Artinya:

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR Ahmad)

Takbir Dzulhijjah menjadi salah satu syiar yang sangat dianjurkan, baik selepas salat maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: 6.823 Jemaah Haji Indonesia Jalani Perawatan, 7 Orang Meninggal

4. Memperbanyak Amal Saleh

Tidak terbatas pada puasa dan dzikir, seluruh bentuk amal saleh sangat dianjurkan pada bulan ini. Hadis Nabi SAW:

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام

Artinya:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini.” (HR Ahmad)

Menurut Ibnu Abbas, sebagaimana dijelaskan Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaiful Ma’arif, yang dimaksud amal saleh di sini bersifat umum: sedekah, membaca Al-Qur’an, membantu sesama, hingga mempererat silaturahmi.

5. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Hari Tarwiyah yang jatuh pada 8 Dzulhijjah juga dianjurkan untuk diisi dengan puasa sunnah. Al-Qarafi dalam Adz-Dzakhirah menuliskan:

وقد ورد صوم يوم التروية كصيام سنة

Artinya:

“Disebutkan bahwa puasa pada hari Tarwiyah setara dengan puasa satu tahun.”

Meski terdapat perbedaan pandangan ulama soal kekuatan hadisnya, banyak ulama tetap menganjurkannya sebagai bagian dari amalan sunnah Dzulhijjah.

Baca Juga: Kisah Haru Syafaroh, Remaja 16 Tahun Asal Pasuruan Gantikan Ibu Wafat ke Tanah Suci 2026

6. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa Arafah termasuk amalan paling masyhur di bulan Dzulhijjah, terutama bagi yang tidak sedang menunaikan haji. Hadis riwayat Imam Muslim menyebutkan:

عن صوم يوم عرفة؟ قال: يكفر السنة الماضية والباقية

Artinya:

“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)
Keutamaan besar ini menjadikan puasa Arafah sangat sayang untuk dilewatkan.

 

7. Menunaikan Ibadah Haji

Amalan puncak di bulan Dzulhijjah tentu adalah menunaikan ibadah haji. Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaiful Ma’arif menegaskan:

فينبغي أن يكون الحج أفضل من الجهاد

Artinya:

“Sudah sewajarnya haji lebih utama daripada jihad, karena haji dikhususkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”

Haji merupakan ibadah agung yang menjadi rukun Islam kelima sekaligus puncak penghambaan seorang Muslim.

Baca Juga: Rekomendasi HP Samsung 1 Jutaan untuk Jamaah Haji Indonesia 2026! Pilihan Hemat dan Tangguh di Tanah Suci

Momentum Emas untuk Memperbanyak Ibadah

Dzulhijjah adalah kesempatan istimewa yang datang hanya sekali dalam setahun.

Sepuluh hari pertamanya disebut sebagai hari-hari terbaik untuk beramal saleh.

Mulai dari puasa, dzikir, salat malam, sedekah, hingga ibadah haji, semuanya menjadi ladang pahala yang nilainya berlipat di sisi Allah SWT.

Bagi yang belum mampu berhaji, tetap terbuka luas kesempatan meraih keberkahan lewat amalan-amalan sunnah lainnya.*

Editor : Sidkin
#Amalan Bulan Dzulhijjah #10 hari pertama bulan Dzulhijjah #apa saja amalan yang dianjurkan #ibadah haji #puasa arafah