HALOJEMBER - Wukuf di Arafah merupakan puncak ibadah haji dan termasuk rukun haji yang paling utama. Wukuf di Arafah adalah momen paling menentukan dalam ibadah haji.
Memahami waktu wukuf dan memanfaatkannya secara maksimal, jamaah memiliki peluang besar untuk meraih haji yang mabrur. Oleh karena itu, memahami waktu pelaksanaan wukuf sangat penting bagi setiap jamaah.
Wukuf berarti hadir dan berdiam diri di Padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan, disertai niat ibadah kepada Allah SWT. Aktivitasnya tidak harus berdiri, tetapi bisa duduk, berdoa, berdzikir, atau membaca Al-Qur’an.
Waktu Wukuf di Arafah
1. Waktu Utama (Afdhal)
Waktu terbaik untuk wukuf adalah setelah tergelincir matahari (masuk waktu Zuhur) pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga matahari terbenam. Pada rentang waktu ini, jamaah dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar.
2. Batas Waktu Sah Wukuf
Secara syariat, waktu sah wukuf dimulai sejak tergelincir matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah. Artinya, jamaah yang berada di Arafah walaupun hanya sebentar dalam rentang waktu tersebut tetap dianggap sah wukufnya.
3. Pentingnya Hadir di Arafah pada Waktunya
Jika seseorang tidak sempat hadir di Arafah dalam waktu tersebut, maka hajinya tidak sah dan harus diulang pada tahun berikutnya.
Amalan yang Dianjurkan Saat Wukuf
- Memperbanyak doa: Memohon ampunan, rahmat, dan segala kebaikan dunia serta akhirat
- Berdzikir dan bertalbiyah
- Membaca Al-Qur’an
- Istighfar dan taubat
- Khutbah dan shalat jamak qashar Zuhur dan Ashar
Wukuf adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, sehingga jamaah dianjurkan memanfaatkannya sebaik mungkin.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Pastikan berada di wilayah Arafah, bukan di luar batasnya
- Ikuti arahan petugas untuk menghindari kesalahan lokasi
- Jaga kesehatan dan cukup minum karena cuaca biasanya panas
- Fokus pada ibadah dan hindari aktivitas yang tidak bermanfaat
Editor : Viona Rj