HALOJEMBER - Muzdalifah adalah salah satu tempat penting dalam rangkaian ibadah haji yang dikunjungi setelah jamaah melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Jamaah melaksanakan mabit (bermalam) sekaligus mempersiapkan diri untuk rangkaian ibadah berikutnya di Mina. Memahami tata cara ibadah di Muzdalifah sangat penting agar pelaksanaannya sesuai tuntunan syariat.
1. Berangkat dari Arafah Menuju Muzdalifah
Setelah matahari terbenam di Arafah, jamaah bergerak menuju Muzdalifah dengan tertib tanpa melaksanakan shalat Maghrib terlebih dahulu. Perjalanan dilakukan dengan tenang sambil memperbanyak talbiyah dan dzikir.
2. Shalat Maghrib dan Isya di Muzdalifah
Setibanya di Muzdalifah, jamaah melaksanakan:
- Shalat Maghrib (3 rakaat)
- Shalat Isya (2 rakaat, qashar)
Kedua shalat ini dilakukan dengan cara jamak ta’khir, yaitu digabung pada waktu Isya.
3. Mabit (Bermalam) di Muzdalifah
Jamaah dianjurkan bermalam di Muzdalifah hingga menjelang Subuh. Mabit ini termasuk wajib haji (menurut mayoritas ulama), sehingga sebaiknya tidak ditinggalkan tanpa alasan syar’i.
4. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Waktu di Muzdalifah sebaiknya dimanfaatkan untuk berdzikir, berdoa, dan beristighfar. Suasana malam yang tenang menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Mengumpulkan Batu Kerikil
Jamaah mengumpulkan batu kerikil untuk melontar jumrah di Mina. Jumlah yang disiapkan biasanya sekitar 49 atau 70 butir, tergantung pilihan hari melontar (nafar awal atau nafar tsani).
6. Shalat Subuh di Awal Waktu
Disunnahkan melaksanakan shalat Subuh di awal waktu, kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan doa hingga menjelang terang.
7. Berdoa di Masy’aril Haram
Setelah Subuh, jamaah dianjurkan berdoa di area Masy’aril Haram (bagi yang memungkinkan) dengan menghadap kiblat dan mengangkat tangan.
8. Berangkat ke Mina Sebelum Matahari Terbit
Jamaah berangkat menuju Mina sebelum matahari terbit untuk melaksanakan rangkaian ibadah berikutnya, yaitu melontar Jumrah Aqabah.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Jaga kesehatan dan kondisi tubuh
- Gunakan alas tidur sederhana karena bermalam di ruang terbuka
- Ikuti arahan petugas untuk keamanan
- Hindari berdesakan dan tetap tertib
Muzdalifah adalah tempat persinggahan yang penuh makna dalam perjalanan haji. Selain sebagai tempat bermalam, di sinilah jamaah mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk melanjutkan ibadah di Mina. Dengan memahami tata cara ibadah di Muzdalifah, jamaah dapat menjalankan rangkaian haji dengan lebih tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan.
Editor : Viona Rj