HALOJEMBER - Melempar Jumrah Aqabah merupakan salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah di Mina. Ibadah ini termasuk wajib haji dan memiliki makna simbolis sebagai bentuk perlawanan terhadap godaan setan serta peneguhan ketaatan kepada Allah SWT.
Jumrah Aqabah adalah salah satu dari tiga jumrah yang berada di Mina. Berbeda dengan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah) yang melibatkan tiga jumrah, pada tanggal 10 Dzulhijjah jamaah hanya melempar Jumrah Aqabah saja.
Waktu utama untuk melempar Jumrah Aqabah adalah setelah terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah. Namun, terdapat kelonggaran boleh dilakukan setelah tengah malam bagi jamaah tertentu (seperti lansia atau yang lemah)
Jamaah melempar sebanyak 7 butir batu kerikil, satu per satu, ke arah Jumrah Aqabah.
Tata Cara Melempar Jumrah Aqabah
- Mengambil posisi yang tepat
Menghadap ke arah jumrah dengan posisi Mina berada di kanan dan Makkah di kiri (sesuai sunnah). - Melempar satu per satu
Setiap lemparan dilakukan dengan satu batu sambil mengucapkan:
“Allahu Akbar” - Memastikan lemparan masuk ke area jumrah
Kerikil harus jatuh ke dalam area sasaran, bukan sekadar mengenai tiang. - Dilakukan dengan tenang dan tertib
Tidak berdesakan atau menyakiti jamaah lain.
Setelah selesai melontar Jumrah Aqabah, jamaah melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya:
- Menyembelih hadyu (bagi yang wajib)
- Tahallul (mencukur atau memotong rambut)
Makna dan Hikmah
- Simbol melawan godaan setan
- Meneladani Nabi Ibrahim AS dalam ketaatan kepada Allah
- Melatih kesabaran dan kedisiplinan
- Menguatkan komitmen meninggalkan maksiat
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Gunakan kerikil yang sesuai (tidak terlalu besar)
- Hindari melempar dengan benda lain
- Jaga keselamatan diri dan orang lain
- Ikuti arahan petugas untuk menghindari kepadatan
Melempar Jumrah Aqabah bukan sekadar ritual melempar batu, tetapi memiliki makna spiritual yang mendalam tentang perlawanan terhadap godaan dan komitmen dalam ketaatan. Dengan memahami tata cara dan hikmahnya, jamaah dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk, tertib, dan penuh kesadaran, sebagai bagian dari perjalanan menuju haji yang mabrur.
Editor : Viona Rj