HALOJEMBER – Pemandangan tidak biasa terlihat di area Masjidil Haram dan pemondokan jemaah haji Indonesia.
Rombongan jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya kloter YIA 10, tampil mencolok dengan mengenakan blangkon.
Sebuah penutup kepala tradisional Jawa, di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara di dunia.
Aksi kompak ini menjadi sorotan dan viral di media sosial hingga di dunia.
Ketua rombongan, Saban Nuroni, penggunaan blangkon bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan memperkuat identitas jemaah Indonesia di Tanah Suci.
"Ini adalah wujud Al Muhafadzatu alal Qadim A's Shalih, yaitu menjaga tradisi lama yang baik. Selain itu, blangkon mempermudah koordinasi antarjemaah jika terpisah di kerumunan," ujar Saban.
Baca Juga: Jenis Oleh-Oleh di Madinah yang Bisa Dibeli Jamaah Haji
Tradisi memakai blangkon ini disambut positif dan menjadi ciri khas visual yang mudah dikenali oleh petugas haji Indonesia.
Budaya Lokal Sampai Tanah Suci
Pemandangan unik dan penuh kearifan lokal terlihat di tengah padatnya jemaah haji dari seluruh dunia di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Rombongan jemaah haji Indonesia, dari kloter YIA 10 (Gunungkidul), tampil percaya diri dengan mengenakan blangkon khas Yogyakarta, menjadikannya ciri khas visual yang mudah dikenali.
Tradisi memakai blangkon ini bukan sekadar aksesoris, melainkan sebuah inisiatif untuk melestarikan budaya Jawa di kancah internasional sekaligus mempermudah koordinasi antarjemaah.
Editor : Hariri HJ