HALOJEMBER - Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi Kamiseng, 60, penarik becak asal Mamuju, Sulawesi Barat, untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Di tengah teriknya cuaca, Kamiseng membuktikan bahwa niat yang tulus dan konsistensi adalah kunci utama, yang membawanya resmi terdaftar sebagai jemaah haji tahun 2026.
Kamiseng, bersama istrinya Risnawati, tergabung dalam Kloter 12 Embarkasi Makassar dan siap bertolak menuju Tanah Suci pada fase keberangkatan haji 2026.
Baca Juga: Jamaah Haji Harus Jaga Hati, Jaga Mulut, dan Jaga Pikiran Selama di Tanah Suci
Menabung Rp30 Ribu per Hari Sejak Tahun 2000
Perjalanan suci ini diraih dengan perjuangan panjang. Selama 26 tahun, Kamiseng menyisihkan sisa penghasilannya dari menarik becak yang tidak menentu, berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per hari.
"Alhamdulillah, setiap hari ada rezeki, saya sisihkan. Sisa kebutuhan makan dan sekolah anak, uangnya dimasukkan ke celengan. Niatnya satu, mau ke Baitullah," ujar Kamiseng dengan haru.
Konsistensi pasangan ini membuahkan hasil. Mereka mulai menabung secara konsisten sejak tahun 2000 dan berhasil mendaftarkan diri pada tahun 2013, hingga akhirnya melunasi biaya haji 2026 yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp54 jutaan.
Baca Juga: Blangkon Jadi "GPS Visual" Otomatis dan Mempermudah Petugas Haji Indonesia – Yogjakarta 2026
Kisah di Tengah Penurunan Biaya Haji 2026
Kisah Kamiseng menjadi sorotan, terutama di tengah kebijakan Pemerintah Indonesia dan DPR yang berhasil menurunkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2026 menjadi Rp54,1 juta per jemaah, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Ketua PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) mengapresiasi kegigihan para jemaah seperti Kamiseng.
"Ini bukti bahwa haji adalah panggilan, bukan sekadar soal kaya atau miskin, melainkan tentang kesabaran dan ikhtiar," ujarnya.
Persiapan Akhir di Tanah Suci
Saat ini, Kamiseng dan istri sedang menjalani persiapan akhir, termasuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang diperketat oleh Pemerintah tahun 2026 untuk memastikan jemaah lansia tetap fit.
Baca Juga: Jenis Oleh-Oleh di Madinah yang Bisa Dibeli Jamaah Haji
Mereka berharap dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur.
Kisah Kamiseng diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa dengan niat, doa, dan usaha, impian setinggi apa pun dapat terwujud.
Editor : Hariri HJ