HALOJEMBER – Ketika mulai merencanakan berangkat haji, mungkin banyak orang yang mundur lebih dulu karena berpikir jika, “saat ini kita belum kaya jadi tidak mungkin untuk berangkat haji”.
Akibatnya banyak yang tidak mendaftar setelah memiliki uang lebih, melainkan terus menunggu hingga merasa “kaya“sementara tabungan dialihkan untuk merenovasi rumah, mengganti mobil, atau sekadar mengamankan dana pendidikan anak.
Padahal strategi utama untuk bisa berhaji tanpa harus menunggu kaya sejak awal adalah dengan mendaftar Haji Reguler di usia muda menggunakan setoran awal Rp25 juta melalui Bank Syariah Indonesia, atau mengambil opsi Haji Furoda (jika ada).
Baca Juga: Biaya Haji 8–12 Tahun Lagi Bakal Naik Berapa? Ini Hitungan Paling Akurat Saat Ini atau Tahun 2026
Melihat Biaya Haji 2026
Jika melihat musim haji 2026, pemerintah dan DPR menyepakati rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp87,41 juta per jamaah.
Dari jumlah itu, jemaah hanya perlu membayar Bipih sebesar Rp54,19 juta (62%), sementara sisanya sebesar Rp33,22 juta (38%) ditutup dari Nilai Manfaat hasil investasi dana haji yang dikelola BPKH.
Nah, untuk masuk ke dalam antrean haji nasional, kita tidak perlu melunasi Rp54 juta sekaligus, cukup membayar setoran awal sebesar Rp25 Juta, kita sudah mendapat nomor porsi Haji yang menjadi bukti resmi kita sebagai calon jamaah haji.
Lalu untuk sisanya, sekitar Rp33,2 juta bisa dilunasi bertahun-tahun kemudian saat jadwal keberangkatan sudah mendekat.
Jadi yang harus kita fokuskan adalah untuk melunasi setoran awal terlebih dahulu, yang pada tahun atau musim 2026 ini adalah sebesar Rp25 juta.
Strategi Pertama : Menyisihkan, Bukan Menyisakan
Selain itu, manfaatkan pendapatan tahunan seperti THR atau bonus untuk mempercepat target dana haji.
Baca Juga: Penyebab Haji Furoda Ditiadakan 2026, Ada yang OKB, Diistimewakan, hingga Bisnis Ilegal Travel
Jika kita memiliki gaji Rp4 juta per bulan, dengan menyisihkan Rp400.000 setiap bulan akan mengumpulkan dana Rp25 juta dalam waktu sekitar 5,6 tahun.
Bagi yang bergaji Rp7 juta dan menyisihkan Rp700.000 per bulan, waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 3,2 tahun, maknanya strategi ini bahkan bisa diterapkan oleh para pekerja bergaji UMR.
Strategi Kedua : Menabung Recehan
Jika menabung sebanyak 10% dari gaji masih cukup berat, ada strategi atau cara lain yang dapat digunakan yakni menabung sebanyak Rp20.000 per hari.
Baca Juga: Ternyata ini Orang Indonesia Pertama yang Pergi Haji
Dengan menabung Rp20.000 per hari, dalam setahun, jumlah ini akan menjadi sekitar Rp7,2 juta, maknanya dalam waktu kurang dari 3,5 tahun, dana setoran awal sudah bisa terkumpul.
Strategi Ketiga: Tabungan Haji dengan Setoran Ringan
Saat ini sudah mudah ditemui bank-bank syariah yang memiliki program tabungan haji dengan setoran ringan yang memudahkan usaha menabung haji.
Artinya, dengan menyisihkan kurang dari Rp4.000 per hari, kita sudah bisa memiliki tabungan haji yang aktif.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Desset dan Kopi di Mekkah dan Madinah Bagi Jamaah Haji
Strategi Keempat : Lindungi dengan Tabungan Emas
Melihat kondisi saat ini, nilai uang kita dapat tergerus inflasi setiap tahunnya.
Karena itu, strategi yang dapat dilakukan adalah melindungi tabungan haji dengan instrumen yang nilainya stabil yaitu emas.
Harga emas yang cenderung naik dalam jangka panjang membuat nilai tabungan kita terlindungi dari inflasi, bahkan berpotensi tumbuh.
Pada akhirnya, semuanya bermula dari satu langkah kecil seperti menyisihkan uang untuk tabungan kita hari ini.
Semoga kita semua termasuk di antara mereka yang kelak berdiri di pelataran Masjidi Haram, bhawa haji bukanlah seberapa kaya kita, melainkan tentang seberapa besar tekad kita untuk memulai. (mg4)
Editor : Hariri HJ