HALOJEMBER - Fase kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi kini telah memasuki tahapan akhir. Jutaan orang dari seluruh dunia kini sudah ada di Makkah.
Berdasarkan data terbaru dari kementerian Agama Reublik Indonesia atau Kemenag, hingga pertengahan Mei 2026, jemaah haji asal Indonesia tercatat sebanyak 168.009 jemaah haji reguler yang terbagi dalam 435 kelompok terbang (kloter) telah mendarat dengan selamat di Tanah Suci.
Fokus Ibadah Jemaah Saat Ini
Saat ini, mayoritas jemaah haji gelombang pertama yang sebelumnya berada di Madinah telah bergeser sepenuhnya ke Kota Makkah setelah mengambil miqat di Masjid Bir Ali.
Baca Juga: Berangkat Haji Tanpa Menunggu Kaya? Ini Strategi yang Banyak Dilakukan dan Bisa Ditiru
Setibanya di Makkah, fokus utama para jemaah adalah menyelesaikan ibadah umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian Haji Tamattu'.
Sembari menunggu hari H puncak haji, jemaah memanfaatkan waktu untuk melaksanakan salat berjamaah lima waktu, berzikir, membaca Al-Qur'an di Masjidil Haram, serta mengikuti berbagai tausiyah keagamaan di sekitar pemondokan hotel mereka.
Baca Juga: Biaya Haji 8–12 Tahun Lagi Bakal Naik Berapa? Ini Hitungan Paling Akurat Saat Ini atau Tahun 2026
Persiapan Menuju Puncak Haji (Armuzna)
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini mulai mengalihkan fokus dan melakukan konsolidasi penuh untuk menghadapi fase krusial puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang tinggal menghitung hari.
Sesuai jadwal resmi, rangkaian puncak haji akan dimulai pada 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 H), di mana seluruh jemaah akan mulai bergerak massal dari hotel menuju Padang Arafah.
Sementara itu, ibadah inti Wukuf di Arafah akan jatuh pada tanggal 26 Mei 2026.
Pemerintah juga memastikan kesiapan logistik, termasuk pasokan makanan siap santap (ready to eat) bagi jemaah sebelum puncak haji, serta fasilitas ramah lansia dan disabilitas di tenda-tenda Arafah.
Imbauan Penting bagi Jemaah
Mengingat suhu harian di Arab Saudi yang terus meningkat dan berpotensi memicu dehidrasi ekstrem, perwakilan Kemenag mengeluarkan beberapa imbauan tegas:
· Batasi Aktivitas di Luar Ruangan: Jemaah diminta mengurangi kegiatan city tour atau ibadah sunah berlebihan di luar hotel yang dapat menguras fisik sebelum Armuzna.
· Jaga Hidrasi & Proteksi Diri: Selalu membawa air minum, menggunakan payung, semprotan air wajah, serta alas kaki saat keluar pemondokan.
· Patuhi Aturan Keamanan: Selalu membawa kartu identitas resmi (Kartu Nusuk) dan dokumen visa haji resmi guna menghindari pemeriksaan ketat dari otoritas keamanan Arab Saudi yang menerapkan aturan "No Permit, No Hajj".
Editor : Hariri HJ