Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Perbedaan Murur dan Tanazul dalam Ibadah Haji, Skema Pelayanan untuk Jamaah Haji

Viona Rj • Selasa, 19 Mei 2026 | 19:00 WIB
Gambar Kabah di Mekkah (AI/Halojenber)
Gambar Kabah di Mekkah (AI/Halojenber)

 

HALOJEMBER - Dalam penyelenggaraan ibadah haji modern, khususnya bagi jamaah lanjut usia, disabilitas, atau yang memiliki risiko kesehatan tertentu, pemerintah dan petugas haji menerapkan beberapa skema pelayanan untuk memudahkan pelaksanaan ibadah. Dua istilah yang sering muncul adalah murur dan tanazul.

Meski sama-sama bertujuan membantu jamaah agar dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan nyaman, murur dan tanazul memiliki pengertian serta mekanisme yang berbeda.

Murur adalah skema pergerakan jamaah haji dari Arafah melewati Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan, kemudian langsung menuju Mina.

Dalam skema ini, jamaah tetap dianggap melaksanakan mabit di Muzdalifah meskipun tidak turun dan menginap secara penuh di lokasi tersebut. Kebijakan ini biasanya diberikan kepada jamaah lansia, penyandang disabilitas, atau jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu demi mengurangi kepadatan dan risiko kelelahan.

Tujuan Murur:

Tanazul adalah skema pemulangan lebih awal jamaah dari Mina ke hotel di Makkah setelah selesai melaksanakan lontar jumrah aqabah dan tahallul awal.

Biasanya jamaah haji bermalam atau mabit di Mina selama hari-hari tasyrik. Namun dalam program tanazul, sebagian jamaah diperbolehkan kembali ke hotel lebih cepat karena alasan kapasitas tenda, kesehatan, atau kondisi tertentu.

Meski kembali ke hotel, jamaah tetap melaksanakan rangkaian lontar jumrah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Tujuan Tanazul:

Perbedaan Murur dan Tanazul

Perbedaan utama keduanya terletak pada waktu dan lokasi pelaksanaannya.

Murur:

Tanazul:

Bentuk Kemudahan dalam Ibadah Haji

Baik murur maupun tanazul merupakan bentuk kemudahan yang diberikan dalam penyelenggaraan haji modern. Kebijakan ini bertujuan menjaga keselamatan jamaah di tengah jumlah peserta haji yang sangat besar setiap tahunnya.

Terutama bagi jamaah lansia dan risiko tinggi, program ini membantu mereka tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman tanpa harus mengalami kelelahan berlebihan.

Pelaksanaan murur dan tanazul dilakukan berdasarkan kajian fikih serta pertimbangan keselamatan jamaah. Karena itu, jamaah tidak perlu khawatir selama mengikuti arahan petugas dan ketentuan resmi penyelenggara haji.

Dengan memahami istilah-istilah seperti murur dan tanazul, jamaah dapat lebih siap menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan tenang, nyaman, dan khusyuk.

 

Editor : Viona Rj
#jamaah haji #MURUR #TANAZUL #haji