Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cara Ampuh Mengajak Pasangan Suami Istri atau Pasutri Agar Semangat Mempersiapkan Haji Bersama

Hariri HJ • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:01 WIB
Gambar pasangan suami istri mempersiapkan haji (Brillian Abdillah/ai)
Gambar pasangan suami istri mempersiapkan haji (Brillian Abdillah/ai)

HALOJEMBER – Impian berangkat ke rumah Allah untuk melaksanakan haji memang Impian yang wajar dimiliki oleh semua Muslim. 

Mungkin tidak sedikit orang yang berangkah haji sendiri, namun berangkat haji bersama dengan teman atau keluarga atau pasangan pasti memiliki arti yang lebih nantinya.

Bahkan Kementerian Agama (Kemenag) mencatat dalam penyelenggaraan ibadah haji, puluhan ribu jemaah mengajukan fasilitas Penggabungan Mahram Penggabungan Mahram, ini artinya ramai orang yang berhaji bersama dengan pasangan atau keluarga dan ingin berangkat bersama.

Baca Juga: Jemaah Haji Fokus Ibadah Mandiri Jelang Puncak Armuzna, Jutaan Orang Sudah Tiba di Makkah

Begitu juga dengan kita, yang sudah berpasangan atau berkeluarga, rasanya tidak afdol jika tidak berangkat dan melaksanakan haji bersama. 

Namun di satu sisi, tidak semua pasangan memiliki persepektif yang sama, mungkin ketika kita mulai mendiskusikan soal haji respon yang diberikan tidak seantusias kita atau justru pesimis. 

Pahami Akar Keraguannya

Sebelum mulai berdiskusi baik dengan membujuk atau lainya, langkah pertama yang paling penting adalah memahami pasangan kita. 

Baca Juga: Berikut ini Hal-Hal yang Membatalkan atau Melanggar Ihram Saat Ibadah Haji

Keraguan pastinya muncul dengan alasan.

Apalagi, Kementerian Haji dan Umrah mencatat bahwa jumlah daftar tunggu haji nasional kini mencapai 5.691.000 orang dengan masa tunggu rata-rata 26,4 tahun.

Tentu angka sebesar ini bisa terasa menakutkan bagi siapa pun, apalagi jika pasangan Anda adalah tipe yang realistis dan terbiasa menghitung segala sesuatu dengan matang.

Belum cukup itu, biaya riil penyelenggaraan haji 2026 itu bukan angka kecil.

Tahun 2026 saja, BPIH mencapai Rp87.409.366 per Jemaah yang meskipun harus dibayar langsung jemaah (Bipih) hanya Rp54 juta karena 38% sisanya disubsidi dari nilai manfaat BPKH, tetap saja jumlah ini cukup besar.

Karena itu pahami dulu alasan atau dasar dari keraguan pasangan, biarkan pasangan mengungkapkan isi hatinya lebih dulu, tanpa disela, tanpa dihakimi.

Jika kita mendengar tausiah-tausiah misalnya dari Buya Yahya, dalam menasehati atau mengajak tidak bisa dilakukan dengan paksaan melainkan tutur kata yang lemah lembut.

Baca Juga: Berikut Tips Menjaga Kondisi Tubuh Agar Tetap Nyaman Saat Ibadah Haji

Buat Rencana dan Perlihatkan Hitungan Rill-nya

Seringkali, keengganan pasangan bukan karena tidak ingin, tetapi karena belum melihat bahwa impian itu realistis. 

Karena itu anda perlu mendiskusikan dan memperlihatkan data dan hitungannya termasuk keuangan.

Untuk mendapatkan nomor porsi haji, Anda berdua perlu menyetor Rp25 juta per orang sebagai setoran awal, jadi total sekitar Rp50 juta untuk sepasang suami istri. 

Baca Juga: 10 Tempat-Tempat Bersejarah dalam Islam untuk Ziarah Jamaah Haji di Sekitar Makkah

Ajak pasangan Anda duduk bersama dan hitung berapa yang bisa di sisihkan per bulan? Jika Anda bisa menyisihkan Rp1,5 juta per bulan, dalam waktu sekitar 2,5 tahun dana setoran awal untuk berdua sudah terkumpul.

Tapi jangan berhenti di situ. Setelah dana setoran awal terkumpul, kalian masih harus mempersiapkan sisa pelunasan Bipih untuk dua orang, yaitu sekitar Rp58 juta hingga Rp70 juta tergantung embarkasi (setelah dikurangi setoran awal Rp50 juta).

Bangun Kebiasaan Spiritual Bersama

Semangat berhaji tidak muncul dalam satu malam melainkan tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan berulang.

Cobalah mengajak pasangan mengikuti kajian atau manasik haji yang kini banyak diselenggarakan gratis oleh Kemenhaj dan komunitas Muslim. 

Anda berdua mungkin akan bertemu pasangan-pasangan lain yang juga sedang mempersiapkan diri untuk berhaji.

Melihat orang lain seperjuangan seringkali lebih memotivasi daripada mendengar nasihat dari pasangan sendiri.

Baca Juga: Tempat-Tempat Ziarah di Sekitar Madinah Saat Ibadah Haji

Jika Perlu, Ambil Langkah Pertama Sendirian Dulu

Jika setelah berbagai upaya pasangan masih ragu, jangan putus asa. 

Lakukan tindakan nyata seperi mendaftarkan diri Anda terlebih dahulu, misalnya, ambil setoran awal Rp25 juta, dapatkan nomor porsi, dan tunjukkan keseriusan Anda lewat tindakan, bukan sekadar kata-kata. 

Seringkali, pasangan akan mulai bergerak justru ketika melihat konsistensi Anda. 

Saat mereka menyaksikan Anda rajin menabung, berolahraga mempersiapkan fisik, dan tekun mengikuti manasik, hati mereka perlahan akan mulai tergerak. Ingatlah, teladan selalu lebih kuat daripada nasihat.

Mengajak pasangan berhaji bersama memang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan yang terpenting doa. 

Jangan bosan menyelipkan nama pasangan Anda dalam doa-doa malam.

Perjalanan menuju Tanah Suci memang panjang, lama 26 tahun dalam antrean, puluhan juta rupiah dalam tabungan, tetesan keringat dalam latihan fisik. 

Semoga, di suatu Dzulhijjah nanti, Andalah yang menggenggam tangan pasangan, mengenakan ihram bersama, dan memulai perjalanan paling suci dalam hidup kalian. (mg4)

Editor : Hariri HJ
#Cara Ampuh #Pasangan Suami Istri #Pasutri Semangat Mempersiapkan Haji Bersama #Buya Yahya