HALOJEMBER – Ibadah haji memang tidak dipaksakan pada orang-orang yang tidak mampu, apalagi pelaksanaan haji memang tidak hanya sekedar berangkat ke tanah suci, haji adalah panggilan suci yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin, dan tidak semua orang langsung siap begitu memiliki uang.
Keraguan semacam ini wajar. Bahkan, ia bisa menjadi tanda bahwa seseorang sungguh-sungguh memikirkan ibadah besar ini.
Semakin cepat kita memastikan kesiapan, semakin baik peluang kita untuk benar-benar bisa berangkat. Lalu, lima pertanyaan apa saja yang wajib dijawab?
Baca Juga: Cara Ampuh Mengajak Pasangan Suami Istri atau Pasutri Agar Semangat Mempersiapkan Haji Bersama
Pertanyaan 1: Apakah Kondisi Fisik Sudah Memenuhi Syarat?
Ibadah haji adalah ibadah yang benar-benar menguji fisik Jemaah, bagaimana tidak diperkirakan akan berjalan kaki sejauh 5 hingga 15 kilometer per hari, dan total jarak tempuh selama rangkaian ibadah bisa mencapai 33 kilometer. Belum lagi suhu di Arab Saudi yang bisa menembus 45 derajat Celsius.
Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kini menerapkan mekanisme pemeriksaan istithaah kesehatan secara berlapis dan jauh lebih ketat dari sebelumnya
Baca Juga: Berikut ini Hal-Hal yang Membatalkan atau Melanggar Ihram Saat Ibadah Haji
Pertanyaan 2: Apakah Keuangan Sudah Benar-Benar Siap?
Kesiapan finansial bukan hanya soal memiliki uang, melainkan soal memahami skema pembiayaan haji secara utuh.
Untuk sekadar masuk dalam antrean nasional, kita cukup menyetorkan dana awal sebesar Rp25 juta ke bank yang ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran (BPS-BPIH) seperti BSI, Bank Muamalat, atau Bank Nagari, lalu melakukan verifikasi di kantor Kemenhaj sesuai domisili KTP untuk mendapatkan nomor porsi sebagai bukti resmi antrean haji.
Setelah itu, pelunasan biaya sekitar Rp33,2 juta dilakukan bertahun-tahun kemudian saat jadwal keberangkatan sudah mendekat.
Pertanyaan 3: Siapkah Mental Menunggu Hingga Puluhan Tahun?
Banyak orang yang secara fisik dan finansial sudah mampu, namun tidak siap secara mental dengan kenyataan antrean yang panjang.
Jika melihat tahun ini, masa tunggu di seluruh provinsi Indonesia diseragamkan menjadi rata-rata 26,4 tahun.
Bagi yang mendaftar di usia 40 tahun, ini berarti berangkat sekitar usia 66 tahun. Apakah kita siap berhaji dalam usia senja? Apakah kita siap dengan ketidakpastian perubahan biaya di masa depan?
Baca Juga: Berikut Tips Menjaga Kondisi Tubuh Agar Tetap Nyaman Saat Ibadah Haji
Pertanyaan 4: Apakah Ilmu Manasik Sudah Dipahami?
Nantinya dalam pelaksanaan haji, kita tidak hanya sekedar berjalan.
Haji adalah rangkaian ibadah yang sarat dengan rukun, wajib, sunnah, doa, dan filosofi mendalam, sehingga jika jemaah yang hanya mengandalkan arahan pembimbing di lapangan berisiko kebingungan saat harus mandiri.
Kemenhaj secara resmi telah merilis Buku Paket Bimbingan Manasik Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M yang disusun secara komprehensif.
Buku ini tersedia gratis dalam format digital melalui laman resmi Kemenhaj.
Selain itu, bimbingan manasik gratis dari pemerintah juga diselenggarakan di berbagai daerah, program bimbingan ini bisa berlangsung hampir satu tahun, dan materinya mencakup seluruh rangkaian ibadah haji, mulai dari tata cara memakai ihram, niat, mandi ihram, hingga pemahaman rukun, wajib, dan sunnah haji, serta praktik lapangan.
Pertanyaan 5: Sudahkah Semua Keputusan Didasari Niat yang Lurus?
Pertanyaan terakhir ini tampak sederhana, mengapa kita ingin berhaji? Apakah karena Allah? Atau karena tetangga sudah berangkat? Apakah karena ingin dipanggil "Pak Haji" atau "Bu Hajjah"? Atau karena ingin menyempurnakan rukun Islam dengan hati yang ikhlas?.
Baca Juga: 10 Tempat-Tempat Bersejarah dalam Islam untuk Ziarah Jamaah Haji di Sekitar Makkah
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya." Maka, sebelum memutuskan berhaji, tanyakanlah pada diri sendiri dengan jujur: untuk siapa semua ini?
Kelima pertanyaan ini bukanlah ujian yang harus dijawab sempurna. Ia adalah kompas yang membantu kita melihat di mana posisi kita saat ini: sudah siap, hampir siap, atau masih perlu banyak persiapan. (mg4)
Editor : Hariri HJ