HALOJEMBER - Berada di Tanah Suci merupakan momen istimewa bagi umat Muslim. Saat menjalankan ibadah haji maupun umrah di Makkah dan Madinah, jamaah tidak hanya dituntut menjaga ibadah fisik, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku.
Ucapan yang keluar dari mulut memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati, hubungan dengan sesama jamaah, hingga kekhusyukan ibadah. Karena itu, jamaah dianjurkan menghindari perkataan buruk selama berada di Tanah Suci.
Berikut beberapa perkataan yang sebaiknya dihindari saat menjalankan ibadah haji:
1. Berkata Kasar dan Mengumpat
Cuaca panas, kelelahan, dan kondisi padat sering membuat emosi jamaah mudah terpancing. Namun, berkata kasar, memaki, atau mengumpat sebaiknya dihindari karena bertentangan dengan nilai kesabaran dalam ibadah haji.
Jamaah dianjurkan menjaga tutur kata tetap lembut dan sopan kepada siapa pun.
2. Bertengkar dan Membentak
Perbedaan pendapat atau kesalahpahaman bisa terjadi selama perjalanan haji. Meski demikian, jamaah sebaiknya menghindari pertengkaran, membentak, atau mempermalukan orang lain.
Ibadah haji mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan saling menghormati antar sesama Muslim dari berbagai negara.
3. Mengeluh Berlebihan
Rasa lelah selama berhaji memang wajar, tetapi terlalu banyak mengeluh dapat mengurangi rasa syukur dan semangat ibadah.
Sebaliknya, jamaah dianjurkan memperbanyak dzikir, doa, dan sikap sabar selama menjalani seluruh rangkaian ibadah.
4. Membicarakan Keburukan Orang Lain
Ghibah atau membicarakan keburukan orang lain termasuk perbuatan yang harus dihindari kapan pun, terlebih saat berada di Tanah Suci.
Jamaah sebaiknya menjaga lisan dari gosip, fitnah, maupun komentar negatif terhadap sesama jamaah.
5. Berkata Sombong atau Meremehkan Orang
Di Tanah Suci seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram yang sederhana sebagai simbol persamaan derajat. Karena itu, sikap sombong, merasa paling hebat, atau meremehkan orang lain sebaiknya dijauhi.
Ibadah haji mengajarkan kerendahan hati dan persaudaraan umat Islam.
6. Mengucapkan Kata-Kata Kotor
Ucapan tidak pantas, candaan berlebihan, maupun kata-kata vulgar sebaiknya dihindari selama berada di lingkungan suci.
Menjaga kesopanan lisan merupakan bagian dari adab seorang Muslim.
7. Mudah Menyalahkan Orang Lain
Situasi ramai dan padat kadang menyebabkan antrean panjang atau ketidaknyamanan. Namun jamaah dianjurkan tidak mudah menyalahkan petugas, rombongan, maupun jamaah lain.
Sikap tenang dan saling memahami akan membantu ibadah berjalan lebih nyaman.
8. Mengucapkan Keluhan tentang Takdir
Sebagian jamaah mungkin mengalami ujian seperti sakit, kehilangan barang, atau kelelahan. Dalam kondisi tersebut, penting untuk tetap menjaga ucapan dan tidak menyalahkan keadaan secara berlebihan.
Sebaliknya, jamaah dianjurkan memperbanyak doa dan tawakal kepada Allah SWT.
Selama di Tanah Suci, jamaah dianjurkan memperbanyak:
- Talbiyah
- Dzikir
- Istighfar
- Salawat
- Doa-doa kebaikan
- Ucapan sopan kepada sesama jamaah
Menjaga lisan merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah haji. Dengan perkataan yang baik, suasana ibadah akan terasa lebih tenang, nyaman, dan penuh keberkahan.
Editor : Viona Rj