Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Siapa yang Sebenarnya Wajib Berhaji? Ini Syarat Istitha'ah yang Jarang Dijelaskan ke Publik oleh Para Ulama

Hariri HJ • Jumat, 22 Mei 2026 | 15:00 WIB
Doa bersama dan pelepasan haji bersama Bupati Jember Muhammad Fawait. (M. ADHI SURYA/HALOJEMBER)
Doa bersama dan pelepasan haji bersama Bupati Jember Muhammad Fawait. (M. ADHI SURYA/HALOJEMBER)

HALOJEMBER – Keinginan berhaji seorang muslim seringkali terhalangi oleh syarat kesanggupan haji atau Istitha'ah.

Syarat bernama istitha'ah ini termasuk kemampuan menyeluruh yang mencakup fisik, mental, keamanan perjalanan, hingga kejelasan status bagi perempuan yang butuh mahram.

Salah satu hal yang sering disalah pahami adalah kontras antara pemahaman awam dan realitas hukum Islam, seperti kewajiban haji seolah diukur dari saldo rekening sehingga selama mereka merasa uang saldo belum over maka persiapan haji bakal di sampingkan.

Baca Juga: Jemaah Haji Jember dan Dunia Lakukan Umroh Wajib, Siap Menuju Fase Ibadah Armuzna di Makkah

Lalu, apakah sebenarnya kita sudah benar-benar paham kapan haji menjadi wajib?

Dapat diartikan istitha'ah sebagai kemampuan yang mencakup bekal perjalanan, kendaraan, keamanan jalan, kesehatan fisik, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan. 

Kemenkes juga menetapkan bahwa jemaah harus mampu secara fisik dan mental, bebas dari penyakit kronis yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah, dan bagi yang memiliki udzur syar'i dapat menunda atau mem-badalkan hajinya.

Sedangkan untuk perempuan, ada syarat tambahan, dilansir dari chanelmuslim, menurut mazhab Hanbali, keberadaan mahram adalah bagian dari istitha'ah itu sendiri sedangkan menurut Mahzab Imam Ahmad menegaskan, "Kalau seorang wanita tidak ada suami atau mahramnya, maka ibadah haji tidak wajib atasnya". 

Baca Juga: Tertawa Terpingkal-Pingkal, Jemaah Haji Ini Akting Kepedasan Demi Dapat Saos Sambal Pedas

Di satu sisi, semangat menabung dan mendaftar haji sejak muda adalah bentuk kecintaan dan semangat menjalankan rukun Islam, di sisi lain, jika fisik sudah uzur, keamanan tak terjamin, dan keluarga terlantar, adakah kewajiban yang masih melekat.

Haji adalah panggilan, bukan sekadar antrean, berhaji adalah wajib bagi yang mampu, dan syarat ”mampu” tersebut ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar isi dompet atau uang yang dimiliki.

Meskipun cukup banyak pro dan kontra dari sini juga, wacana war tiket bisa muncul, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak bahkan menyebut bahwa langkah pemerintah saat ini

" Ini adalah upaya kita mewujudkan istitha'ah yang sesungguhnya. Jika ada tambahan kuota besar, kita bisa putuskan bersama DPR untuk membuka skema ini bagi yang mampu secara material dan kesehatan untuk berangkat saat itu juga," ujarnya.

Baca Juga: Keutamaan Ibadah Haji bagi Umat Muslim, Penyempurna Rukun Islam

Karena itu marilah kita persiapkan syarat-syarat haji, mempunyai dana yang cukup sebagai syarat atau Istitha'ah memang harus, tetapi di sisi lain Istitha'ah tidak hanya sekedar uang. (mg4)

Editor : Hariri HJ
#Siapa yang Sebenarnya Wajib Berhaji? Ini Syarat Istitha'ah #Jarang Dijelaskan ke Publik #Para Ulama