HALOJEMBER - Masalah klasik yang kerap menghantui para milenial Muslim yang mulai mapan secara finansial adalah ketika tabungan sudah mencapai angka yang cukup untuk mulai menjalankan agenda-agenda besar dalam hidupnya.
Maka untuk menentukan prioritas, langkah paling rasional adalah dengan meletakkan angka-angka riil di atas perhitungan.
Biaya Haji 2026
Berdasarkan data statistik resmi BPIH 1447 H/2026 M, total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mencapai Rp87.409.366. Namun, sebagai jemaah reguler, kita tidak perlu membayar penuh. Berkat Nilai Manfaat dari hasil investasi dana haji yang dikelola BPKH, biaya yang ditanggung langsung oleh jemaah (Bipih) adalah sebesar Rp54.193.807 (sekitar 62%).
Baca Juga: Jemaah Haji Jember dan Dunia Lakukan Umroh Wajib, Siap Menuju Fase Ibadah Armuzna di Makkah
Sedangkan jika mengambil jalur cepat, kita dapat menggunakan jalur haji plus yang tentunya meningkatkan biaya secara signifikan. Beberapa paket Haji Plus 2026 yang ditawarkan PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus) berkisar di angka Rp217 juta - Rp244 juta+ (triple/double).
Biaya Pernikahan 2026
Biaya pernikahan di Indonesia sangat variatif, tergantung bagaimana kita memaknai sederhana atau mencari mewah
Nikah di KUA Saja: Jika ingin sesimpel mungkin, biaya resmi pencatatan nikah adalah (gratis) di jam dan hari kerja KUA, atau Rp600.000 untuk pelayanan di luar jam khusus.
Biaya Rumah
Memiliki tempat tinggal adalah kebutuhan primer.
Rumah Subsidi (FLPP): Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pemerintah menyediakan rumah dengan harga patokan Rp166 juta (Jawa, Sumatera) hingga Rp185 juta (Jabodetabek).
Rumah Komersial (Non-Subsidi): Di kota-kota besar, harga rumah tapak tipe 36 ke atas sangat bervariasi. Mengambil contoh di wilayah penyangga seperti Bogor, harganya mulai dari Rp483 juta hingga Rp1,9 miliar.
Baca Juga: Keutamaan Ibadah Haji bagi Umat Muslim, Penyempurna Rukun Islam
Kapan Nikah Harus Didahulukan?
Jika seorang pemuda atau pemudi memiliki syahwat yang tinggi dan khawatir terjerumus ke dalam zina jika tidak segera menikah, maka menikah hukumnya menjadi wajib (fardhu) atasnya.
Dalam kondisi darurat ini, menikah harus didahulukan daripada haji, prinsipnya menghindari kemaksiatan yang jelas (zina) lebih utama daripada menunaikan kewajiban haji yang masih bisa ditunda (tarakhi) selama kita yakin mampu di masa depan.
Lagipula, biaya haji hanya wajib diambil dari kelebihan harta setelah kebutuhan pokok (al-hajat al-ashliyyah) terpenuhi, pernikahan, bagi yang sangat membutuhkan, termasuk dalam kebutuhan pokok itu.
Kapan Haji Harus Didahulukan?
Sebaliknya, jika seseorang mampu menjaga diri, tidak takut bermaksiat, dan dana yang terkumpul sudah lebih dari cukup, maka haji menjadi prioritas utama.
Menunda haji tanpa alasan syar'i padahal sudah istitha'ah (mampu secara fisik dan finansial) adalah tindakan yang tidak dianjurkan, karena umur dan kesehatan tidak ada yang tahu batasnya.
Bagaimana dengan Rumah?
Rumah termasuk dalam al-hajat al-ashliyyah (kebutuhan dasar). Dalam Islam, memenuhi kebutuhan dasar keluarga (sandang, pangan, papan) adalah wajib.
Oleh karena itu, menyicil rumah atau menyiapkan tempat tinggal yang layak tidak bertentangan dengan kewajiban haji, selama pembelian rumah itu memang untuk ditempati, bukan untuk gaya-gayaan, dan tidak menjadikan kita lalai melunasi kewajiban haji saat sudah benar-benar mampu
Baca Juga: Tertawa Terpingkal-Pingkal, Jemaah Haji Ini Akting Kepedasan Demi Dapat Saos Sambal Pedas
Lantas Bagaimana Menyesuaikan Dengan Kondisi Kita?
Di era modern dan rumit ini, kita tidak harus terpaku pada pilihan ini atau itu saja. Berikut hal yang bisa dijadikan strategi kita
Daftar Haji di Usia Muda (Rp 25 Juta): Begitu memiliki tabungan pertama dan pekerjaan tetap, jangan tunda untuk membuka rekening tabungan haji dan menyetorkan setoran awal.
Langkah ini mengunci nomor porsi. Anda tidak perlu langsung melunasi Bipih sebesar 54 juta. Anda bisa mencicilnya selama masa tunggu 26 tahun ke depan.
Sukseskan Pernikahan Sesuai Dana yang ada : esensi pernikahan adalah akad yang sah. Pesta meriah bukanlah syarat sahnya sebuah pernikahan. Alokasikan dana terbesar untuk mahar, bukan untuk panggung dekorasi rumit. Semakin sederhana pestamu, semakin cepat dana untuk DP rumah atau porsi haji terkumpul.
Pada akhirnya, tak ada urutan baku yang mutlak benar. Selama niat kita lurus dan didasari ilmu, mendahulukan salah satu di antaranya bukanlah sebuah kesalahan. (mg4)
Editor : Hariri HJ