HALO JEMBER – Setelah lama tenggelam, pembahasan tentang shio berdasarkan bulan kelahiran kembali ramai di media sosial. Banyak warganet mengaitkan bulan lahir dengan karakter, bakat, hingga kecenderungan perilaku seseorang sehingga memicu rasa penasaran publik.
Tak sedikit pengguna TikTok, Instagram, hingga platform digital lainnya mencoba mencocokkan kepribadian mereka dengan shio yang diklaim sesuai bulan kelahiran. Tren ini pun membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah benar bulan kelahiran bisa digunakan untuk membaca karakter seseorang?
Dalam astrologi Tiongkok yang dikenal luas, shio sebenarnya ditentukan berdasarkan tahun kelahiran, bukan bulan kelahiran.
Sistem tersebut terdiri atas 12 hewan dalam satu siklus, yaitu Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi yang masing-masing dipercaya memiliki karakteristik tersendiri.
Meski demikian, astrologi Tiongkok memiliki sistem yang lebih kompleks yang dikenal sebagai BaZi atau empat pilar kelahiran.
Dalam konsep ini, perhitungan tidak hanya didasarkan pada tahun lahir, tetapi juga bulan, hari, dan jam kelahiran yang masing-masing memiliki simbol hewan dan makna berbeda.
Pilar bulan dalam BaZi umumnya dikaitkan dengan lingkungan keluarga, masa pertumbuhan, dan pengaruh sosial yang membentuk seseorang sejak kecil. Dari sinilah muncul berbagai interpretasi yang kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai shio bulan kelahiran yang kini banyak beredar di media sosial.
Namun, para pemerhati budaya menilai tren tersebut lebih tepat dipandang sebagai bentuk hiburan dan refleksi diri.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa bulan maupun tahun kelahiran dapat menentukan kepribadian seseorang secara spesifik dan akurat.
Berbagai penelitian modern dan referensi ensiklopedia juga menyebutkan bahwa astrologi, termasuk sistem shio dan zodiak, tidak memiliki hubungan ilmiah yang terbukti dengan kecerdasan, kemampuan, maupun karakter individu.
Meski begitu, minat masyarakat terhadap astrologi tetap tinggi karena banyak orang merasa deskripsi yang muncul sering kali sesuai dengan pengalaman hidup mereka.
Selain faktor budaya dan tradisi keluarga, media sosial turut memperkuat popularitas berbagai ramalan berbasis astrologi. Konten yang ringan, mudah dibagikan, dan terasa personal membuat pembahasan tentang shio bulan kelahiran terus menarik perhatian publik.
Bagi masyarakat yang penasaran, para ahli menyarankan agar informasi tersebut disikapi secara bijak sebagai bagian dari warisan budaya dan hiburan semata.
Sebab pada akhirnya, kepribadian seseorang lebih banyak dibentuk oleh lingkungan, pendidikan, pengalaman hidup, serta interaksi sosial yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar waktu kelahiran. (mg1)
Penulis: Alifia Taufikurrohma Indah
Editor : Sidkin