Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Banyak yang Salah Paham, Usai Videonya Viral, Ini Alasan Sebenarnya Petani di Tuban Gunakan Drone untuk Pulang Pergi ke Lahan

Sidkin • Selasa, 7 Juli 2026 | 17:52 WIB
Kolase foto. Banyak yang Salah Paham, Usai Videonya Viral, Ini Alasan Sebenarnya Petani di Tuban Gunakan Drone untuk Pulang Pergi ke Lahan. (TikTok @mbahkaruhon.tiktok.com1)
Kolase foto. Banyak yang Salah Paham, Usai Videonya Viral, Ini Alasan Sebenarnya Petani di Tuban Gunakan Drone untuk Pulang Pergi ke Lahan. (TikTok @mbahkaruhon.tiktok.com1)

Halojember – Video petani yang diangkut drone hingga viral di media sosial ternyata menyimpan cerita berbeda. Di balik tayangan yang mengundang perhatian jutaan penonton di TikTok @mbahkaruhon.tiktok.com1 itu, penggunaan drone justru berawal dari kebutuhan operasional perkebunan yang memiliki akses sangat sulit dijangkau kendaraan.

Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang sekaligus pemilik akun, Budianto, menjelaskan lahan yang dikelolanya berada di kawasan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Lokasi tersebut merupakan lahan baru yang berada di dekat pantai dengan kondisi berlumpur sehingga kendaraan sulit masuk.

"Akses jalannya ini enggak bisa, soalnya enggak ada jalan," ujarnya.

Baca Juga: Viral di TikTok hingga Ditonton Jutaan Kali! Petani Pulang-Pergi Naik Drone, Ini Pengakuan Pembuat Videonya

Kondisi tersebut membuat proses pengangkutan pupuk, benih, hingga kebutuhan operasional menjadi tantangan tersendiri. Sementara menggunakan kendaraan konvensional maupun helikopter dinilai tidak memungkinkan karena keterbatasan akses maupun biaya.

"Jadi solusinya gimana? Masa kita pakai helikopter. Oh, enggak mungkin. Izinnya besar. Pakai apa? Pakai drone aja. Drone pertanian yang kapasitasnya besar," kata Budianto.

Drone yang digunakan merupakan DJI Agras T100 dengan kapasitas angkut hingga sekitar 150 kilogram.

Awalnya alat tersebut dipakai untuk membawa air, pestisida, pupuk, dan bibit menuju lokasi perkebunan yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik awal.

Baca Juga: Bermain Drone, Berikut Adalah Tips Bagi Pemula Agar Terbang Stabil dan Mulus

Menurut Budianto, teknologi tersebut justru sangat membantu mempercepat pekerjaan petani karena seluruh kebutuhan operasional bisa dikirim langsung ke lokasi tanpa harus dipikul secara manual.

"Drone ini sangat membantu, karena akses di lahan pisang yang dituju ini tidak ada. Lewatnya persawahan dan jaraknya jauh. Kalau diangkut manual kan berat dan lama. Teknologi ini membantu operasional petani," jelasnya.

Ia menegaskan, drone sebenarnya tidak dipakai sebagai sarana mengangkut orang. Momen pekerja yang diterbangkan menggunakan drone hanya dilakukan sekali sebagai konten dan bukan menjadi bagian dari operasional sehari-hari.

Meski begitu, sejak video tersebut viral, Budianto memilih menghentikan penggunaan drone untuk mengangkut manusia. Bahkan, ia mengaku khawatir muncul persoalan terkait izin penerbangan sehingga untuk sementara fokus menggunakan drone hanya untuk mendukung aktivitas pertanian.

"Kalau dibilang membahayakan, untuk mengangkut benih dan pupuk itu misalkan jatuh, jatuhnya di area persawahan. Kami pastikan tidak melewati permukiman, jadi aman. Tapi kalau memang dianggap salah soal izin terbang, kami akan menghentikannya."

Ia menambahkan, saat ini drone tetap difungsikan untuk mengangkut kebutuhan pertanian, sedangkan pengangkutan pekerja tidak lagi dilakukan setelah videonya ramai menjadi perbincangan warganet.*

Editor : Sidkin
#drone di Tuban #alasan petani naik drone #drone #tuban #petani