Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cara Lari yang Baik dan Benar untuk Pemula, Teknik Tepat Bukan Asal Cepat

Viona Rj • Minggu, 12 Juli 2026 | 16:13 WIB

 

Ilustrasi orang berlari di alam (Canva)
Ilustrasi orang berlari di alam (Canva)

 

HALOJEMBER - Lari merupakan olahraga yang mudah dilakukan dan tidak membutuhkan banyak peralatan. Namun, banyak orang menganggap bahwa berlari hanya sekadar menggerakkan kaki secepat mungkin. Padahal, teknik lari yang baik dan benar sangat penting untuk meningkatkan performa, menghemat energi, serta mengurangi risiko cedera.

Dengan menerapkan teknik yang tepat, aktivitas lari akan terasa lebih nyaman dan efisien, baik untuk pemula maupun pelari yang sudah berpengalaman.

1. Jaga Postur Tubuh Tetap Tegak

Saat berlari, usahakan tubuh tetap tegak dan rileks. Hindari membungkukkan badan terlalu jauh ke depan atau terlalu condong ke belakang.

Tips menjaga postur:

· Pandangan lurus ke depan, bukan ke bawah.

· Bahu tetap rileks dan tidak terangkat.

· Dada terbuka agar pernapasan lebih optimal.

· Tubuh sedikit condong ke depan secara alami dari pergelangan kaki.

Postur yang baik membantu tubuh bergerak lebih efisien dan mengurangi tekanan pada punggung.

2. Atur Gerakan Tangan

Tangan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan ritme saat berlari.

Cara yang benar:

· Tekuk siku sekitar 90 derajat.

· Ayunkan tangan ke depan dan belakang, bukan menyilang ke tubuh.

· Kepalkan tangan secara santai, jangan terlalu erat.

Gerakan tangan yang efisien dapat membantu meningkatkan kecepatan dan menjaga kestabilan langkah.

3. Langkah Kaki Jangan Terlalu Panjang

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelari pemula adalah mengambil langkah terlalu panjang atau overstriding.

Langkah yang terlalu panjang dapat:

· Membuat tubuh cepat lelah.

· Meningkatkan risiko cedera lutut dan pergelangan kaki.

· Mengurangi efisiensi gerakan.

Sebaliknya, gunakan langkah yang lebih pendek dan ringan dengan ritme yang konsisten.

4. Mendarat dengan Benar

Saat kaki menyentuh permukaan, usahakan mendarat secara lembut dan tidak menghentak.

Beberapa pelari mendarat menggunakan:

· Bagian tengah kaki (midfoot).

· Bagian depan kaki (forefoot).

Yang terpenting adalah menghindari hentakan berlebihan yang dapat memberikan tekanan besar pada sendi dan otot.

5. Atur Pernapasan dengan Baik

Pernapasan yang teratur membantu tubuh mendapatkan pasokan oksigen yang cukup selama berlari.

Tips pernapasan:

· Bernapas melalui hidung dan mulut secara bersamaan jika memungkinkan.

· Gunakan ritme yang nyaman.

· Hindari menahan napas saat berlari.

Semakin baik pola pernapasan, semakin lama tubuh dapat mempertahankan performa.

6. Mulai dengan Kecepatan yang Sesuai

Banyak pelari pemula memulai lari dengan kecepatan terlalu tinggi sehingga cepat kehabisan tenaga.

Sebaiknya:

· Mulailah dengan pace yang nyaman.

· Tingkatkan kecepatan secara bertahap jika tubuh masih terasa kuat.

· Fokus pada konsistensi daripada kecepatan.

Lari yang stabil biasanya lebih efektif dibandingkan berlari cepat di awal lalu kelelahan di tengah jalan.

7. Gunakan Sepatu yang Tepat

Sepatu lari yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kenyamanan.

Pilih sepatu yang:

· Sesuai dengan bentuk kaki.

· Memiliki bantalan yang cukup.

· Nyaman digunakan untuk jarak yang ditempuh.

Hindari menggunakan sepatu yang sudah terlalu aus karena dapat mengurangi stabilitas saat berlari.

8. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Sebelum berlari, lakukan pemanasan selama 5–15 menit untuk mempersiapkan otot dan sendi.

Contoh pemanasan:

· Jalan cepat.

· High knees.

· Butt kicks.

· Leg swings.

Setelah berlari, lakukan pendinginan dengan berjalan santai dan peregangan ringan untuk membantu proses pemulihan tubuh.

9. Dengarkan Tubuh Anda

Setiap orang memiliki kemampuan dan kondisi fisik yang berbeda. Jangan memaksakan diri untuk mengikuti kecepatan atau jarak orang lain.

Jika merasakan:

· Nyeri yang tidak biasa.

· Pusing.

· Sesak napas berlebihan.

Segera kurangi intensitas atau berhenti untuk beristirahat.

10. Lakukan Secara Konsisten

Kunci utama menjadi pelari yang lebih baik bukanlah berlari paling cepat, melainkan berlatih secara konsisten.

Mulailah dengan target yang realistis, misalnya:

· 2–3 kali seminggu.

· Jarak pendek terlebih dahulu.

· Tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.

Konsistensi akan membantu tubuh beradaptasi dan meningkatkan kebugaran dari waktu ke waktu.

Penutup

Lari yang baik dan benar tidak hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang teknik, kenyamanan, dan keamanan. Dengan menjaga postur tubuh, mengatur langkah, memperhatikan pernapasan, serta menggunakan perlengkapan yang tepat, aktivitas lari akan terasa lebih efektif dan menyenangkan.

Ingatlah bahwa setiap pelari memiliki prosesnya masing-masing. Nikmati setiap langkah, fokus pada perkembangan diri, dan jadikan lari sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. ����️✨

 

Editor : Viona Rj
#pemula #olahraga #lari #running