Halo Jember – Masyarakat di berbagai wilayah Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Jember, dalam beberapa pekan terakhir merasakan cuaca yang lebih panas dibandingkan biasanya. Teriknya sinar matahari pada siang hari membuat banyak warga mengeluhkan suhu udara yang terasa semakin menyengat saat beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan prakiraan cuaca, suhu maksimum di sejumlah wilayah Jawa, termasuk Jember, berada pada kisaran 31 hingga 33 derajat Celsius. Meski demikian, kondisi tersebut masih tergolong normal untuk periode musim kemarau di Indonesia.
Menanggapi fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa cuaca panas yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh fenomena gelombang panas (heatwave).
BMKG menyebutkan, meningkatnya suhu udara dipengaruhi oleh sejumlah faktor meteorologis. Salah satunya adalah posisi semu matahari yang berada di sekitar wilayah Indonesia sehingga intensitas penyinaran matahari menjadi lebih tinggi pada siang hari.
Selain itu, minimnya tutupan awan serta rendahnya kelembapan udara turut membuat panas matahari terasa lebih menyengat. Kondisi tersebut menyebabkan permukaan bumi menerima radiasi matahari lebih optimal sehingga suhu udara meningkat.
Meski suhu terasa lebih tinggi dari biasanya, BMKG memastikan kondisi ini masih berada dalam batas normal dan berbeda dengan fenomena heatwave yang umumnya terjadi di kawasan subtropis.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga kesehatan selama cuaca panas berlangsung dengan memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama, terutama pada siang hari.(Mg3)
Editor : Viona Rj