HALOJEMBER - Kabupaten Situbondo tidak hanya dikenal dengan deretan pantai indah dan potensi wisata baharinya, tetapi juga memiliki beragam tradisi budaya yang masih terus dijaga oleh masyarakat hingga saat ini.
Di tengah perkembangan zaman, sejumlah ritual adat tetap dilaksanakan secara turun-temurun sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur.
Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Petik Laut atau Sedekah Laut. Tradisi yang digelar masyarakat pesisir ini menjadi ungkapan syukur atas hasil tangkapan ikan sekaligus doa agar para nelayan selalu diberikan keselamatan saat melaut.
Prosesi biasanya diawali dengan doa bersama, arak-arakan hasil bumi dan sesaji, kemudian dilanjutkan dengan larung sesaji ke tengah laut yang diikuti puluhan perahu nelayan. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir Situbondo dan masih rutin diselenggarakan setiap tahun.
Tak kalah menarik, masyarakat di sejumlah desa juga masih melestarikan Rokat Desa, sebuah tradisi yang bertujuan memohon keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran bagi seluruh warga.
Kegiatan ini biasanya diisi dengan doa bersama, selamatan, pertunjukan seni tradisional, hingga gotong royong yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Keberadaan tradisi-tradisi tersebut mencerminkan kuatnya budaya Pendhalungan yang menjadi ciri khas Situbondo. Perpaduan budaya Jawa dan Madura melahirkan berbagai nilai kebersamaan yang masih terasa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Nilai gotong royong, saling menghormati, dan menjaga hubungan harmonis antarsesama menjadi pesan yang terus diwariskan melalui setiap pelaksanaan tradisi.