HALOJEMBER - Ikan nila menjadi salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan di Indonesia. Selain harganya relatif terjangkau, ikan air tawar ini juga kerap diolah menjadi berbagai menu, mulai dari ikan goreng, bakar, hingga berbagai masakan rumahan.
Tak heran jika ikan nila juga menarik perhatian karena kandungan gizinya. Kementerian Kesehatan menyebut ikan nila sebagai salah satu pilihan lauk sumber protein yang mudah didapat dan bergizi.
Lantas, apa saja kandungan gizi yang terdapat dalam ikan nila?
Kandungan Gizi Ikan Nila
Ikan nila merupakan sumber protein hewani. Berdasarkan data yang dirangkum Kompas.com dari sejumlah sumber, dalam 100 gram ikan nila terdapat sekitar 26 gram protein.
Selain itu, ikan nila juga mengandung vitamin B12, fosfor, kalium, selenium, serta asam lemak.
Protein menjadi salah satu kandungan penting karena tubuh membutuhkannya untuk berbagai fungsi, termasuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh.
Ikan nila juga mengandung vitamin B12. Vitamin ini berperan dalam pembentukan sel darah merah serta mendukung fungsi sistem saraf.
Kandungan lainnya adalah fosfor yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga tulang dan gigi. Sementara selenium merupakan mineral yang memiliki fungsi sebagai bagian dari sistem antioksidan tubuh.
Bagaimana dengan Omega-3?
Meski termasuk ikan, kandungan omega-3 pada nila tidak setinggi beberapa jenis ikan berlemak seperti salmon, sarden, makarel, dan tuna.
National Institutes of Health (NIH) mencatat ikan dengan kadar lemak lebih rendah, termasuk tilapia atau nila, memiliki kandungan omega-3 rantai panjang yang lebih rendah dibandingkan ikan berlemak.
Karena itu, ikan nila tetap dapat menjadi sumber protein dalam pola makan beragam, tetapi tidak tepat jika dianggap sebagai salah satu sumber omega-3 tertinggi.
Manfaat Mengonsumsi Ikan Nila
Dengan kandungan protein, vitamin, dan mineral tersebut, ikan nila dapat menjadi bagian dari menu makanan bergizi seimbang.
Kementerian Kesehatan juga menganjurkan konsumsi makanan yang beragam dengan mencukupi kebutuhan protein, sayur, dan buah.
Ikan termasuk salah satu sumber protein hewani yang dapat dikonsumsi dalam menu sehari-hari.
Cara pengolahannya juga perlu diperhatikan. Ikan nila yang digoreng dengan banyak minyak tentu memiliki kandungan energi berbeda dibandingkan ikan yang dikukus, direbus, atau dipanggang.
Jadi, jika ikan nila sedang banyak dicari, masyarakat tidak hanya bisa melihatnya sebagai bahan makanan yang mudah ditemukan. Ikan ini juga dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein untuk melengkapi menu makanan sehari-hari. (MG/MNF)
Editor : Viona Rj