Rp 100.000 Sekarang Dapat Apa? Isi Belanjaan Netizen Bikin Relate

Viona Rj • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:21 WIB
Tiga mie, minyak, pasta gigi: Rp42 .000 ribu. Kalau Rp100.000 ribu dibawa belanja hari ini, isi keranjangnya masih sebanyak dulu? (Akun  threads @dimsumentaikiki )
Tiga mie, minyak, pasta gigi: Rp42 .000 ribu. Kalau Rp100.000 ribu dibawa belanja hari ini, isi keranjangnya masih sebanyak dulu? (Akun  threads @dimsumentaikiki ) 

 

HALOJEMBER– Nominal Rp100.000 belakangan ramai diperbincangkan warganet. Bukan karena nominalnya berubah, tetapi karena uang tersebut dinilai semakin cepat habis ketika digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Perbincangan ini salah satunya muncul dari unggahan akun Threads @dimsumentaikiki. Dalam postingannya, ia membagikan pengalaman saat membeli sejumlah kebutuhan harian.

“Gua belanja mie instan 3 biji, minyak seliter, sama pasta gigi aje udah 42 rebu,” tulis akun @dimsumentaikiki. 

Unggahan tersebut kemudian membahas bagaimana mencari uang saat ini juga dirasakan tidak mudah. Menurut pengalaman pemilik akun, mendapatkan keuntungan Rp100.000 ribu dari berjualan terkadang membutuhkan waktu seharian.

Ia juga menyinggung semakin banyaknya orang yang mencoba berjualan maupun bekerja sebagai pengemudi ojek online. Di sisi lain, menurutnya, pendapatan masyarakat sebagai pembeli juga tidak ikut naik sehingga daya beli terasa semakin terbatas.

“Karena situasi ini 50.000 ribu cuma dapet itu barang, jadi kerasa banget,” lanjut @dimsumentaikiki dalam unggahannya.

Postingan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Salah satunya datang dari akun @christian_aezhaka yang ikut membahas perbandingan harga kebutuhan dengan pendapatan masyarakat.

“Kalau UMR rata-rata cuma Rp3.000.000,00 , rasio harga normal untuk belanja segitu ya harusnya cuma 21.000 rb. Kalau belanja segitu udah 42.000 rb, UMR rata-rata harus sudah sampai Rp7.500.000,00 ,” tulisnya.

Akun @christian_aezhaka juga berpendapat bahwa standar kebutuhan hidup sebaiknya tidak diturunkan hanya karena masyarakat sudah terbiasa menghadapi kondisi ekonomi yang sulit.

Komentar tersebut menjadi bagian dari ramainya diskusi warganet soal harga kebutuhan sehari-hari dan pendapatan. Namun, angka serta perhitungan yang disampaikan dalam komentar tersebut merupakan pendapat dan perhitungan pribadi akun yang bersangkutan, bukan data resmi mengenai UMR atau standar kebutuhan hidup.

Perbincangan di Threads itu akhirnya menunjukkan pengalaman yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Rp100.000 ribu tetap memiliki nilai, tetapi ketika digunakan untuk beberapa kebutuhan sekaligus, nominal tersebut bisa terasa cepat menipis.

Bagi sebagian orang, Rp100.000 ribu mungkin masih cukup untuk beberapa kebutuhan. Namun bagi yang memiliki banyak pengeluaran, uang tersebut bisa habis hanya dalam beberapa transaksi. (MG/ERW)

Editor : Viona Rj
100.000 netizen thread