Bukan Bisa Baca Pikiran, 5 Weton Ini Dipercaya Paling Peka Menangkap Perubahan Sikap Orang

Viona Rj • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 07:31 WIB
Tak perlu banyak kata, perubahan kecil pun bisa terbaca. Lima weton ini dipercaya punya kepekaan yang jarang disadari. (pinterest)
Tak perlu banyak kata, perubahan kecil pun bisa terbaca. Lima weton ini dipercaya punya kepekaan yang jarang disadari. (pinterest)

 

HALOJEMBER– Ada orang yang tidak perlu mendengar cerita panjang untuk mengetahui bahwa seseorang sedang tidak baik-baik saja. Perubahan nada bicara, ekspresi, hingga cara seseorang merespons percakapan bisa menjadi tanda yang mereka perhatikan.

Dalam tradisi Jawa, kepekaan seperti ini kerap dikaitkan dengan weton kelahiran. Primbon Jawa menggambarkan sejumlah weton memiliki rasa atau intuisi yang dianggap lebih kuat dibandingkan lainnya.

Kepercayaan tersebut bukan berarti seseorang benar-benar dapat membaca pikiran orang lain. Namun, mereka dipercaya lebih peka menangkap perubahan suasana, emosi, maupun gerak-gerik orang di sekitarnya.

Berikut lima weton yang dalam kepercayaan tersebut dikenal memiliki kepekaan rasa yang kuat.

1. Selasa Legi

Selasa Legi dipercaya memiliki kepekaan terhadap suasana dan perasaan orang lain. Mereka disebut mudah menangkap perubahan emosi meski tidak disampaikan secara langsung.

Sikap reflektif membuat mereka cenderung memperhatikan keadaan sebelum memberikan respons. Karena itu, orang dengan weton ini dipercaya cukup mudah mengetahui ketika suasana di sekitarnya mulai berubah.

2. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon kerap dikaitkan dengan karakter yang peka terhadap lingkungan. Dalam kepercayaan Jawa, weton ini dipercaya mampu memperhatikan hal-hal kecil dari orang yang sedang berinteraksi dengannya.

Tatapan, cara berbicara hingga perubahan sikap dapat menjadi hal yang mereka perhatikan. Tidak heran jika Jumat Kliwon sering digambarkan memiliki intuisi yang kuat.

3. Rabu Pon

Rabu Pon disebut memiliki kemampuan membaca situasi melalui berbagai tanda kecil. Perubahan nada suara, gerak-gerik hingga ekspresi orang lain dipercaya mudah mereka tangkap.

Karakter tersebut juga membuat Rabu Pon kerap dianggap sebagai sosok yang nyaman dijadikan tempat bercerita. Mereka dipercaya lebih banyak mendengarkan sebelum memberikan tanggapan.

4. Kamis Wage

Kamis Wage dipercaya mempunyai empati yang cukup dalam. Mereka disebut mampu merasakan ketika seseorang sedang mengalami perubahan suasana hati, meskipun orang tersebut berusaha menutupinya.

Karena lebih mengutamakan mendengarkan, weton ini dalam kepercayaan Jawa sering dikaitkan dengan sosok yang dapat membuat orang lain merasa nyaman ketika bercerita.

5. Minggu Pon

Minggu Pon dipercaya memiliki kepekaan terhadap cara seseorang menyampaikan sesuatu. Bukan hanya kata-kata yang diperhatikan, tetapi juga intonasi dan pilihan kalimat.

Dari hal-hal kecil tersebut, mereka dipercaya dapat menangkap perasaan yang tidak disampaikan secara langsung. Kemampuan ini membuat Minggu Pon sering digambarkan sebagai pendengar yang cukup peka.

Bukan Kemampuan Membaca Pikiran

Istilah “membaca pikiran” yang kerap muncul dalam pembahasan weton sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai gambaran tentang kepekaan dan intuisi menurut kepercayaan tradisional Jawa.

Tidak ada dasar ilmiah bahwa hari dan pasaran kelahiran dapat memberikan seseorang kemampuan membaca pikiran orang lain.

Karena itu, lima weton tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari warisan budaya dan primbon Jawa. Setiap orang tetap memiliki karakter yang berbeda, terlepas dari weton kelahirannya.

Pada akhirnya, kemampuan memahami orang lain tidak hanya bergantung pada weton. Kemauan mendengarkan, memperhatikan orang lain, serta memahami situasi juga dapat membuat seseorang lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya.

Penulisan : Evelyn Ramadhani Wibowo 

Editor : Viona Rj
SELASA LEGI primbon weton