HALOJEMBER - Menjelang Lebaran masyarakat Jember dan sekitarnya melaksanakan tradisi "ater-ater", yaitu kegiatan saling mengantarkan makanan kepada keluarga, tetangga, dan kerabat.
Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi simbol kebersamaan serta rasa syukur dalam menyambut hari kemenangan.
Ater-ater berasal dari bahasa Madura yang berarti antar-mengantar. Kegiatan ini biasanya dilakukan beberapa hari sebelum hingga setelah Lebaran.
Saat ini, bingkisan yang dikirim tidak hanya berupa makanan tradisional, tetapi juga produk modern seperti kue kering, minuman, dan barang kebutuhan lainnya.
Meski bentuknya berubah, esensi dari tradisi ini tetap sama, yaitu memperkuat hubungan sosial dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Tujuan utama dari tradisi ini adalah mempererat tali silaturahmi, menunjukkan rasa hormat kepada yang lebih tua, dan berbagi rezeki dengan sesama.
Generasi muda di Jember turut berperan aktif dalam melanjutkan tradisi ater-ater. Mereka membantu orang tua dalam menyiapkan dan mengantarkan makanan ke rumah sanak saudara dan tetangga.
Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antar generasi, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini tetap terjaga.
Di tengah arus modernisasi, tradisi ater-ater tetap relevan sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan menjaga harmoni dalam masyarakat.
Melalui kegiatan sederhana ini, masyarakat Jember menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan saling berbagi adalah warisan budaya yang patut dilestarikan untuk generasi mendatang.
Penulis: MG25 Nasisya Awaleta Kardestya
Editor : Halo Jember