HALOJEMBER.COM - Hal yang sama dialami Fakhrudin Akmal. Dia mulai gemar bersepeda fixie sejak pandemi yang menimpa Indonesia beberapa tahun lalu.
Dia terdorong untuk hidup lebih sehat. Dia pun memilih bersepeda fixie untuk memulai gaya hidup sehatnya melalui berolahraga.
Akmal mengakui sedikit-sedikit mengikuti gaya hidup minimalis. Hal itu pun terbawa olehnya ke hal-hal lainnya. Termasuk gaya sepeda fixie yang minimalis.
"Saya suka saja dengan tampilan sepeda fixie yang kelihatannya bersih. Akhirnya saya sekarang setiap pagi mengendarai sepeda saya meskipun dengan jarak pendek-pendek saja," tuturnya.
Hal itu dia lakukan setiap hendak memulai bekerja di hari aktif. Berdasarkan pengalaman yang dia rasakan selama ini, berolahraga sebelum beraktifitas atau bekerja, dapat membantunya memperoleh ketahanan beraktifitas.
"Karena kalau tidak bersepeda lebih dulu waktu pagi hari, kadang waktu kerja bawaannya mengantuk," tutur Akmal.
Akmal mengaku memang pernah berdiskusi dengan beberapa temannya yang melakukan olahraga di pagi hari sebelum beraktifitas.
"Sebagian teman-teman saya olahraga dulu sebelum bekerja. Dan olahraganya macam-macam. Saya memilih sepeda fixie ini. Selain saya suka bersepeda, saya suka tampilan sepeda fixie," ungkap pria yang mengaku masih memiliki satu sepeda fixie tersebut.
Meskipun dia akui bahwa part-part sepeda fixie tergolong mahal, namun, karena bentuknya yang dia suka dia tidak segan membelinya. Dia akui hal itu seperti telah menjadi gaya hidup yang wajib baginya.
"Frame sepeda itu saja bisa Rp 5 juta. Tapi karena memang suka dan sudah jadi bagian yang menyenangkan dari kegiatan sehari-hari saya, saya ladeni saja kemauan buat beli itu," ungkapnya.
Apalagi hal ini membawa dampak baik bagi kesehatan tubuhnya. Tentu, bagi Akmal, sesuatu yang menyenangkan, baik untuk mental maupun fisik, kebiasaan bersepeda fixie akan berat hati untuk dihentikan.
"Belum ada kepikiran berhenti dari bersepeda. Karena memang nyaman dan asyik," pungkasnya. (hlb/nur)
Editor : Halo Jember