HALOJEMBER.COM - Selama liburan sekolah banyak anak yang menghabiskan waktunya dengan bermain gawai atau gadget.
Padahal terlalu lama bermain gawai bisa berdampak buruk. Mulai dari menyebabkan kecanduan hingga potensi gangguan pada mata.
Untuk menghindarkan anak dari ketergantungan pada gadget, komunitas pecinta budaya di Jember mengadakan kegiatan yang mereka sebut dolan bareng.
Kegiatan tersebut memberikan ruang bermain alternatif bagi anak-anak di musim libur sekolah.
BACA JUGA: Orang Tua Harus Tau! Waspadai Shaken Baby Syndrome, Karena Mengayunkan Bayi Berlebihan
Selain menjauhkan anak dari gawai, kegiatan tersebut juga dirancang agar anak-anak dapat bersentuhan langsung dengan alam.
Koordinator kegiatan, Gunawan Trip, menyampaikan, dalam kegiatan yang berlangsung di Cafe Nara Garden yang merupakan Wahana Edukasi Rumah Ekokultur itu anak-anak diajak memainkan permainan yang mengasah kemampuan motorik dan kreativitas.
BACA JUGA: Jerawat Bisa Hilang dengan Bekam, Waktu Terbaik Setelah Bulan Purnama
Di antaranya adalah membuat kolase dengan menempelkan berbagai bahan yang dapat ditemukan di alam. Serta membuat aneka bentuk kerajinan dari tanah lempung.
“Untuk dapat menyusun kolase, mereka diharuskan melakukan eksplorasi sehingga akan lebih mengenal alam. Selain itu, mereka dilarang memetik bunga untuk menjaga lingkungan,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, Rabu (10/7).
BACA JUGA : Ibu - ibu Muda Hobi Main Basket, Seimbangkan Kewajiban dan Hobi
Gunawan menambahkan, permainan membuat aneka bentuk kerajinan dari tanah lempung ditujukan untuk melatih kemampuan motorik kasar maupun halus pada anak.
Dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar karena anak-anak akan bersentuhan langsung dengan bahan alami pembentuk karya.
Kemudian, dapat mengasah motorik halus karena anak-anak akan berimajinasi untuk membentuk suatu kerajinan.
“Jadi, manfaatnya banyak,” sebutnya.
Gunawan juga menjelaskan, permainan tersebut juga memungkinkan untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah. Mengingat manfaat yang ada.
“Jika hal tersebut dilakukan, maka bisa dibikin metode utuh,” paparnya. (yul/c2/fid)
Editor : Halo Jember