Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Perempuan Harus Tahu, Sisa Make-Up Bisa Sebabkan Blefaritis

Alvioniza • Sabtu, 13 Juli 2024 | 16:05 WIB

 

INTENSIF: Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi Jember dr Bimanda Rizki Nurhidayat SpM (kanan) memeriksa mata pasiennya yang mengalami masalah. DOKUMENTASI BIMA
INTENSIF: Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi Jember dr Bimanda Rizki Nurhidayat SpM (kanan) memeriksa mata pasiennya yang mengalami masalah. DOKUMENTASI BIMA

HALOJEMBER.COM – Setelah menggunakan make-up sebaiknya segera dibersihkan. Khususnya yang digunakan di sekitar mata. Jika tidak, maka dapat menyebabkan masalah pada kesehatan mata.

Salah satunya blefaritis. Persoalan tersebut akan bertambah parah ketika terus dibiarkan. Termasuk menurunnya fungsi penglihatan.

Dokter spesialis mata RSD dr Soebandi Jember, dr Bimanda Rizki Nurhidayat SpM, mengatakan, lupa membersihkan make-up dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya blefaritis atau peradangan pada kelopak mata.

BACA JUGA: Orang Tua Harus Tau! Waspadai Shaken Baby Syndrome, Karena Mengayunkan Bayi Berlebihan

Blefaritis dapat disebabkan oleh banyak hal. Tetapi, biasanya terjadi akibat penyumbatan pada kelenjar minyak di dekat akar bulu mata. “Blefaritis umumnya bukanlah kondisi yang serius dan tidak menular,” katanya.

Penderita blefaritis biasanya mengalami berbagai gejala. Di antaranya kelopak mata membengkak berwarna merah dan terasa gatal, mata merah, berair, atau mata kering.

Gejala lainnya bulu mata dan tepi kelopak mata penuh dengan kotoran mata. Terutama saat bangun tidur pada pagi hari.

BACA JUGA: Kenali Gejala dan Dampak Post Power Syndrome, Kondisi Kejiwaan Setelah Kehilangan Kekuasaan

“Mata akan terasa mengganjal, ada sensasi perih atau mata terasa mengganjal,” imbuhnya.

Dia juga menyebut, gejala yang bisa dirasakan oleh penderita blefaritis adalah keluhan sensasi perih atau nyeri pada kelopak mata, pengelupasan kulit di sekitar mata, bulu mata rontok hingga penglihatan buram, serta sensitif terhadap cahaya.

Jika merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera diperiksa ke dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kalau dibiarkan dapat menyebabkan gangguan pada penglihatan,” katanya.

BACA JUGA: Alihkan Perhatian Anak dari Kecanduan Gadget, Komunitas Budaya Jember Ajak Anak Dolan Bareng Selama Libur Sekolah

Pria yang akrab disapa dr Bima itu juga menjelaskan, kurang lebih ada sembilan faktor risiko yang dapat menyebabkan blefaritis.

Di antaranya memiliki jenis kulit yang berminyak, menggunakan lensa kontak, menderita diabetes, memiliki rambut berketombe, sering terkena zat atau benda yang iritatif seperti debu atau bahan kimia.

Selain itu, bekerja atau menghabiskan waktu terlalu lama di ruangan yang menggunakan AC, tidak membersihkan riasan (make-up) pada mata dengan baik sebelum tidur, menjalani kemoterapi atau terapi radiasi untuk kanker, serta mengalami perubahan hormon, misalnya karena menopause.

Untuk mencegah peradangan di kelopak mata, beberapa hal yang disarankan di antaranya tidak menyentuh wajah dan mata sebelum mencuci tangan.

Selain itu, menggunakan tisu untuk membersihkan mata, membersihkan make-up atau riasan wajah dengan bersih.

“Gunakan obat tetes air mata buatan sesuai saran dokter jika menderita mata kering,” pungkasnya. (ham/c2/fid)

 

 

Editor : Halo Jember
#Blefaritis #jember #make up