HALOJEMBER.COM - Event MWE Amateur Season 1 Jawa Pos Radar Jember menarik banyak perhatian. Dibalik keseruan war Mobile Legend ada sosok caster yang membumbuinya sehingga setiap bagian permainan menjadi semakin seru.
Dalam sebuah pertandingan esports, pasti ada saja satu sosok yang berteriak di tengah keseruan pertandingan, memberi analisis, memandu penonton menikmati jalannya pertandingan.
Sosok tersebut merupakan sosok yang dikenal sebagai seorang shoutcaster atau yang sering disebut caster. Seperti yang saat ini ditekuni oleh Defasya Miranti Ibone.
Ketika ditemui oleh Jawa Pos Radar Jember, perempuan yang akrab disapa Defasya itu nampak sedang fokus di depan kamera menjadi caster Mobile Legend War East (MWE) Amateur Season 1 Jawa Pos Radar Jember.
Suaranya terdengar bawel ketika membawakan pertandingan esports tersebut hingga mampu membawa suasana pertandingan menjadi sangat seru. Uniknya, setiap kalimat yang disampaikan seperti tidak ada spasi sedikit pun di setiap kata.
Saking cepatnya berkomentar, di tengah pertandingan berlangsung sesekali Defasya memijat area pipi. Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan untuk meregangkan otot-otot area bibir karena merasa pegal. Sebab, berkomentar di depan kamera seperti itu bisa dia lakukan hingga berjam-jam.
Usai menjadi caster dituju pertandingan, perempuan usia 24 tahun itu mengungkapkan dasar dari kelihaiannya berbicara hingga menganalisa pertandingan esports dia dapat dari dari kegemarannya bermain game tahun 2019.
Sebab, memahami isi game sangat perlu dipegang bagi seorang caster. “Harus paham game-nya dulu, baru mulai belajar menganalisa dan mengomentari,” jelasnya.
Ketika sudah memahami gamenya, keterampilan berbicara mulai diasah. Jika menengok dari pengalaman Defasya berkomentar cepat bukan suatu hal yang harus dilakukan saat menjadi caster.
Paling utama mampu menganalisis dan menyampaikan dulu jalannya pertandingan. Jika di Mobile Legend, apa strategi setiap tim, hero yang digunakan seperti apa dan build yang digunakan akan berdampak apa harus tahu.
Sembari tertawa, Defasya mengaku kebawelannya saat menjadi caster merupakan hal yang spontan. Karena dirinya telah terbawa dalam pertandingan. Apalagi didasari dengan kegemarannya di dunia esports.
“Diri saya itu sudah terbawa dalam permainan, jadi ngomong secepat itu keluar begitu saja tidak ada latihannya,” imbuhnya.
Uniknya lagi, dibalik kebawelannya menjadi caster ternyata perempuan asal Kecamatan Pakusari itu memiliki kepribadian yang suka menyendiri atau introvert. Sehingga berbanding balik ketika menjadi caster.
“Aslinya saya itu introvert, tapi tertarik menjadi caster, meski melawan kepribadian saya menjadi caster seru juga,” katanya. Selain Mobile Legend, Defasya juga sering menjadi caster di game esport lainnya. Misalnya PUBG Mobile hingga Free Fire yang saat ini banyak dimainkan. (nur)
Editor : Halo Jember