HALOJEMBER.COM - Diet puasa 72 jam atau yang dikenal dengan sebutan water fasting banyak dipilih sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Metode diet ini dianggap mampu membakar lemak tubuh secara maksimal.
Lalu bagaimana dengan efek sampingnya untuk kesehatan? Apakah aman? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasannya dalam artikel berikut ini.
Dalam ranah medis, diet puasa 72 jam biasa dijalankan ketika pasien hendak menjalankan operasi.
Puasa ini efektif untuk mengurangi berat badan dan menghilangkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).
BACA JUGA: Tips Mudah Dapatkan Tubuh Ideal Ala Dokter di Jember
Selama menjalani diet ini, kamu tidak boleh mengkonsumsi makanan dan minuman apa pun kecuali air mineral. Artinya, tidak ada asupan kalori yang masuk ke tubuh selama 3 hari berturut-turut.
Saat puasa 72 jam, tubuh akan kehilangan sumber energi utama dari karbohidrat. Sehingga, tubuh pun terpaksa menggunakan cadangan lemaknya untuk menggantikan hilangnya karbohidrat tersebut.
Melalui proses ini, lemak tubuh akan berkurang secara drastis dan berat badan pun akan menyusut.
BACA JUGA: Kahiyang Ayu Bikin Pangling Setelah Diet Turun 30 Kg
Meski terbukti efektif, kamu harus tetap mempersiapkan beberapa hal sebelum menjalankan diet puasa 72 jam ini, seperti menjalankan fase pradiet terlebih dahulu.
Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu demi menghindari risiko yang dapat membahayakan tubuh.
BACA JUGA: Kenali Jenis Rainbow Diet untuk Kurangi Risiko Penyakit Kronis
Berikut ini adalah risiko-risiko yang harus diwaspadai:
- Dehidrasi
- Hipotensi ortostatik
- Meningkatnya produksi asam urat
Jika sudah mulai terbiasa, kamu akan lebih mudah bertahan ketika menjalankan diet ini.
Penulis: Maghfirotun Nazila
Editor : Halo Jember